BERITA

Menkomdigi Soroti Gangguan Mata Anak akibat Gadget, Dorong Orangtua Awasi Screen Time

0
×

Menkomdigi Soroti Gangguan Mata Anak akibat Gadget, Dorong Orangtua Awasi Screen Time

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid momentum peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Jakarta Timur, Kamis (24/7/2025) mengatakan dalam regulasi PP Tunas, setiap platform digital memiliki klasifikasi batas usia anak yang berbeda-beda sesuai tingkat risikonya. (Foto: Amiriyandi/InfoPublik/Ditjen KPM)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Amiriyandi/InfoPublik/Ditjen KPM)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti meningkatnya gangguan kesehatan mata pada anak akibat paparan gadget berlebihan. Hal ini disampaikannya saat peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Katolik Penabur, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (4/8).

Menurut Meutya, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan banyak siswa mengalami gangguan mata, yang diduga kuat akibat tingginya durasi penggunaan perangkat digital.

“Pemeriksaan ini memberi masukan penting, terutama terkait gangguan kesehatan mata yang kami duga erat kaitannya dengan paparan gadget yang berlebihan,” ujar Meutya.

Ia menambahkan, era digitalisasi memang membuat anak-anak tak bisa sepenuhnya lepas dari perangkat elektronik. Namun, perlu pengawasan agar dampaknya tidak membahayakan kesehatan, terutama penglihatan.

“Orang tua perlu mengawasi dan mengatur waktu anak dalam menggunakan gadget. Kami paham tidak mungkin sepenuhnya lepas dari layar, tapi harus diatur agar tidak mengganggu kesehatan mata,” tegasnya.

Program CKG Sekolah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 53 juta pelajar dari Sabang sampai Merauke.

“Program ini memastikan tidak ada siswa yang tertinggal—no student left behind—menuju Generasi Emas 2045,” tutup Meutya. (rdr/ant)