AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berkomitmen menjadikan kopi Solok sebagai komoditas unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal hingga tingkat nasional.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk mengembangkan potensi kopi yang berbuah sepanjang tahun ini. Contohnya, petani kopi Abdurrahman berhasil meraih pendapatan Rp27 juta per bulan dari kebun kopi seluas dua hektare, yang bahkan melebihi gaji pejabat eselon dua.
Pemkab Solok juga menggandeng akademisi Universitas Andalas untuk memperkuat hilirisasi kopi, mulai dari kualitas budi daya, sertifikasi, hingga branding, agar kopi Solok mampu bersaing di pasar nasional dan global. Dr. Makky dari Unand mencontohkan keberhasilan hilirisasi riset sebelumnya pada gambir yang kini menjadi bahan baku tinta pemilu nasional.
Abdurrahman menegaskan pentingnya memperhatikan proses pascapanen seperti roasting dan peracikan sebagai kunci menambah nilai produk. Ia juga mengajak petani milenial untuk berinovasi dan aktif dalam membangun industri kopi yang berkelanjutan.
Dengan penguatan kualitas dan branding, kopi Solok diyakini memiliki potensi besar untuk dikenal luas dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. (rdr/ant)






