KABUPATEN SOLOK

Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hujan di Solok, Karhutla Mulai Terkendali

0
×

Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hujan di Solok, Karhutla Mulai Terkendali

Sebarkan artikel ini
Petugas tengah bersiap melakukan penerbangan penyemaian awan (operasi modifikasi cuaca) dengan total sembilan ton bahan NaCI powder yang siap di tebar. (Foto: BMKG)
Ilustrasi modifikasi cuaca. (Foto: BMKG)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil menurunkan hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Langkah ini dinilai efektif membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda daerah tersebut.

“Alhamdulillah, perjuangan kita ke BNPB membuahkan hasil. BMKG telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca, dan hujan mulai turun,” kata Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Minggu (3/8).

OMC ini merupakan respons atas kondisi darurat karhutla dan krisis air bersih akibat musim kering ekstrem yang terjadi lebih dari dua bulan terakhir. Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya menetapkan status tanggap darurat dan melaporkan langsung kondisi tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa OMC dilaksanakan selama lima hari, dengan fokus utama di Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota—dua wilayah yang terdampak parah karhutla.

“Wilayah ini sudah lebih dari 60 hari tanpa hujan. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di sektor pertanian dan air bersih,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok per 19 Juli 2025, telah terjadi 92 kejadian bencana di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 83 di antaranya adalah kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, pada bulan Juli saja tercatat 20 kasus karhutla dan dua peristiwa pohon tumbang. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau kondisi cuaca dan siap berkoordinasi kembali dengan BNPB serta BMKG jika diperlukan.

“Turunnya hujan sangat membantu masyarakat, khususnya petani. Ini hasil dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” kata Bupati Jon Firman Pandu. (rdr/ant)