PASAMAN

Kebakaran Bukit Teletabis Pasaman Padam, Petugas masih Siaga Antisipasi Api Susulan

0
×

Kebakaran Bukit Teletabis Pasaman Padam, Petugas masih Siaga Antisipasi Api Susulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebakaran. (net)
Ilustrasi kebakaran. (net)

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Teletabis di Jorong IX Abam, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, dinyatakan padam pada Sabtu (2/8).

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Raya, Terra Darma, melalui Kepala Seksi Perlindungan KSDAE-PM, Yuhan, mengatakan proses pemadaman dilakukan secara manual karena medan perbukitan menyulitkan akses alat berat dan kendaraan pemadam.

“Alhamdulillah api sudah padam. Pemadaman dilakukan manual karena kondisi medan sulit. Kobaran mulai mengecil sejak pukul 02.00 WIB dini hari tadi,” ujar Yuhan kepada ANTARA.

Meski api telah padam, petugas gabungan dari Brigade Karhutla, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan masyarakat masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi kebakaran susulan.

Lokasi kebakaran berada di Areal Penggunaan Lain (APL) atau di luar kawasan hutan lindung. Lahan didominasi semak belukar dan ilalang kering yang mudah terbakar. Luas lahan terdampak sementara diperkirakan mencapai 101,51 hektare.

“Saat ini tim masih memetakan luas pasti area yang terbakar dengan menggunakan drone,” jelas Yuhan.

Pihaknya juga telah mengimbau masyarakat sekitar agar tetap siaga dan melaporkan jika muncul titik api baru. Risiko kebakaran susulan masih tinggi karena angin kencang dan vegetasi kering.

Terkait penyebab kebakaran, Yuhan menyebut investigasi masih berlangsung. Dugaan pembukaan lahan untuk pertanian belum dapat dipastikan, karena di lokasi belum ditemukan indikasi aktivitas pertanian.

Menurut pengakuan warga, kejadian serupa pernah terjadi pada 5 Juli 2024. Selama empat bulan terakhir, wilayah tersebut belum diguyur hujan.

“Kami berharap segera turun hujan agar tidak terjadi karhutla lanjutan,” tutup Yuhan. (rdr/ant)