JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Platform desain global Canva terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui pelatihan desain visual digital yang lebih lokal dan adaptif, salah satunya melalui program Canvassador.
Kepala Regional Canva untuk Asia Tenggara, Yani Hornilla Donato, menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan penggunaan Canva, tetapi juga mendorong peningkatan literasi digital, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di era digital.
“Kami ingin mereka tak sekadar tahu cara pakai Canva, tetapi juga memahami bagaimana alat ini bisa membantu mereka mencapai tujuan bisnis secara efisien dan kreatif,” ujar Yani dalam wawancara bersama ANTARA, Senin (29/7).
Yani menambahkan, Canva terus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses editing konten, sehingga pengguna bisa menghasilkan lebih banyak karya dalam waktu lebih singkat dan dengan kualitas lebih baik.
Dalam konteks Indonesia, Canva juga melakukan investasi besar untuk menghadirkan pengalaman yang lebih lokal, termasuk antarmuka dalam bahasa Indonesia, serta konten dan template yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.
“Kami ingin pengguna Indonesia merasa bahwa Canva adalah milik mereka, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan mereka,” kata Yani.
Hingga pertengahan 2024, Canva telah melatih lebih dari 400.000 orang di seluruh Indonesia melalui 180 Canvassador yang tersebar di 34 provinsi.
Program pelatihan ini tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga mencakup tenaga pendidik, pelajar, komunitas kreatif, dan masyarakat umum. Para Canvassador juga rutin mendapatkan pelatihan internal guna memperkenalkan produk-produk terbaru Canva secara lebih maksimal ke komunitas pengguna.
Yani menyebut, pengembangan talenta digital lokal ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui kemitraan strategis dalam pelatihan-pelatihan pemanfaatan Canva sebagai alat produktif untuk mendukung ekonomi kreatif.
“Kami menargetkan bisa melatih 5.000 pelaku ekonomi kreatif hingga tahun depan. Dengan kolaborasi kuat bersama kementerian, Canvassador, dan tim lokal kami, kami yakin bisa mewujudkannya,” jelas Yani.
Program ini menjadi bagian dari upaya Canva untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi di Indonesia dengan menjadikan desain digital sebagai salah satu kekuatan utama penggerak UMKM dan sektor ekonomi kreatif ke depan. (rdr/ant)





