JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa Indonesia belum memerlukan bantuan dari negara lain dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Kapasitas nasional dinilai masih memadai.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa beberapa negara, termasuk Australia dan Rusia, telah menawarkan bantuan. Namun, pemerintah memilih mengandalkan sumber daya dalam negeri untuk memastikan efektivitas dan akurasi penanganan.
“Helikopter water bombing kita kendalikan sendiri. Kalau dari luar, kita khawatir tidak tahu titik api secara tepat,” kata Suharyanto di Jakarta, Senin (29/7).
Menurutnya, pemadaman udara bukan hanya soal menyiram air dari atas, tetapi harus presisi. Helikopter Indonesia dilengkapi kamera pemantau dan sistem penghitungan agar air benar-benar mengenai titik api.
“Kalau heli terbang tapi air tidak kena api, ya tidak selesai. Semua ada hitungannya,” tegasnya.
Pada 2023, saat El Nino melanda, Indonesia mengerahkan 48 unit helikopter untuk penanganan karhutla. Sementara tahun ini, 24 unit disiagakan dan 14 di antaranya telah dikerahkan ke wilayah terdampak seperti Riau, Jambi, Sumut, Sumsel, dan Kalimantan.
Suharyanto menambahkan bahwa Indonesia tidak menutup diri terhadap bantuan asing. Namun, selama kemampuan nasional masih mumpuni, penanganan karhutla akan dilakukan secara mandiri.
“Teknologi kita sudah cukup. Ada modifikasi cuaca dari BMKG, personel gabungan TNI-Polri, Manggala Agni, dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan, kita bisa terus berdiri di kaki sendiri,” pungkasnya. (rdr/ant)






