SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, optimis dapat mencapai target penanaman padi sawah seluas 20.321 hektare dengan produksi sebanyak 205.627 ton sepanjang tahun 2025.
“Hingga semester pertama 2025, sudah tercatat luas tanam padi seluas 6.485 hektare dengan produksi gabah kering sebanyak 41.247 ton,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, di Simpang Empat, Minggu.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya, antara lain optimalisasi lahan dengan memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia, dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.
“Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali setahun,” ujarnya.
Selain itu, pihak dinas memberikan sosialisasi terkait pemilihan benih unggul, pemupukan, dan penggunaan alat pertanian yang efisien agar modal yang dikeluarkan minimal.
Pengembangan sawah pokok murah di tiap kecamatan juga mulai digalakkan.
“Kami juga akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar untuk optimalisasi lahan berupa perbaikan saluran irigasi pada lahan sawah seluas 500 hektare,” tambah Doddy.
Selain optimalisasi, upaya ekstensifikasi difokuskan pada perluasan lahan sawah yang ada. Pemerintah daerah juga mengatur larangan alih fungsi lahan melalui Peraturan Daerah terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Produksi padi tertinggi selama Januari–Juni 2025 tercatat di Kecamatan Talamau sebanyak 8.203 ton, diikuti Kecamatan Pasaman 7.900 ton, Lembah Melintang 6.384 ton, dan Kinali 5.101 ton.
Sedangkan produksi di Kecamatan lain antara lain Gunung Tuleh 3.576 ton, Koto Balingka 3.092 ton, Ranah Batahan 2.494 ton, Sungai Aur 2.116 ton, Sungai Beremas 1.116 ton, Luhak Nan Duo 781 ton, dan Sasak Ranah Pasisia 484 ton. (rdr/ant)






