PASAMAN BARAT

Penduduk Pasaman Barat Tambah 3.755 Jiwa, Ini Daerah Terpadat dan Tersepi

1
×

Penduduk Pasaman Barat Tambah 3.755 Jiwa, Ini Daerah Terpadat dan Tersepi

Sebarkan artikel ini
Kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat jumlah penduduk daerah itu bertambah 3.755 jiwa pada semester I 2025 atau naik 0,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah penduduk pada 2024 tercatat 454.053 jiwa, dan meningkat menjadi 457.803 jiwa pada semester I 2025,” kata Kepala Disdukcapil Pasaman Barat, Yulisna, di Simpang Empat, Sabtu (26/7).

Data tersebut berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Secara rinci, jumlah penduduk terdiri atas 230.378 laki-laki dan 227.430 perempuan. Dari 11 kecamatan yang ada, Kecamatan Pasaman menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 81.522 jiwa. Sementara itu, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie menjadi yang terendah dengan 15.962 jiwa.

Pada tingkat nagari, Nagari Air Bangis mencatat jumlah penduduk terbanyak sebanyak 30.099 jiwa. Sebaliknya, Nagari Mudiak Labuah memiliki penduduk paling sedikit, yaitu 1.631 jiwa.

Yulisna menyebut data ini sangat penting untuk berbagai sektor. Selain digunakan dalam perencanaan pembangunan dan pengalokasian anggaran, data kependudukan juga menjadi dasar dalam penentuan jumlah pemilih, alokasi kursi DPRD, serta pembuatan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.

“Data ini adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa data yang akurat, sangat sulit menyusun program secara efektif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa data kependudukan Pasaman Barat dapat diakses publik melalui tautan s.id/DKB1_2025 untuk kebutuhan akademik, penelitian, maupun keperluan lainnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk di Pasaman Barat mencerminkan dinamika pertumbuhan yang positif. Namun tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan data tersebut untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (rdr/ant)