PESISIR SELATAN

Kapal Bocor di Perairan Pulau Nyamuk, SAR Padang Evakuasi 16 Penumpang

1
×

Kapal Bocor di Perairan Pulau Nyamuk, SAR Padang Evakuasi 16 Penumpang

Sebarkan artikel ini

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang menggelar operasi penyelamatan setelah menerima laporan kapal bocor di perairan Pulau Nyamuk, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (26/7) dini hari.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan kapal yang mengalami kebocoran adalah KLM Indo Satu dengan call sign YB7504. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Muara Padang menuju Pelabuhan Sikakap, Kepulauan Mentawai, dengan membawa 16 orang penumpang dan awak kapal (POB).

“Insiden terjadi pada Jumat malam, 25 Juli 2025, sekitar pukul 23.55 WIB. Data rinci identitas penumpang masih dalam pengumpulan,” ujarnya.

Informasi awal diterima dari petugas SROP Teluk Bayur, Alek, pada pukul 02.57 WIB. Lokasi kejadian berada di koordinat 0°24’560″N dan 100°14’003″E, atau sekitar 25 mil laut dari Dermaga Bungus, Kota Padang. Estimasi waktu tempuh menuju lokasi menggunakan kapal SAR sekitar dua jam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, SAR Padang segera meminta bantuan dari kapal LPGC Gas Venus yang tengah berada sekitar lima mil laut dari lokasi.

Selain itu, KN SAR Yudistira 227 juga diberangkatkan pada pukul 03.15 WIB dengan membawa 10 personel gabungan, terdiri dari delapan kru SAR dan dua personel Direktorat Polairud.

“Peralatan yang dikerahkan meliputi KN SAR Yudistira, perlengkapan selam, peralatan medis, komunikasi, dan alat SAR lainnya. Prioritas utama adalah keselamatan seluruh POB dan membawa mereka ke tempat aman,” kata Abdul Malik.

Operasi SAR sempat terkendala cuaca buruk, gelombang laut mencapai 1,5 hingga 2,5 meter, jarak pandang terbatas karena malam hari, serta hujan dan angin berkecepatan 10 knot di lokasi kejadian.

Kantor SAR Padang menyatakan operasi penyelamatan akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan. (rdr)