BERITA

Gempa M6,0 Guncang Poso, 2.011 Warga Mengungsi

0
×

Gempa M6,0 Guncang Poso, 2.011 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Warga kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mengungsi di lapangan sepak bola usai terjadi gempa bumi magnitudo 6,0 di Kecamatan Pamona Tenggara dan Pamona Selatan. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

POSO, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.011 warga mengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7) malam.

“Data sementara, sebanyak 609 kepala keluarga (KK) atau 2.011 jiwa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Jumat (25/7).

Selain itu, BNPB melaporkan empat warga mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan. Di sisi lain, 35 unit rumah dilaporkan rusak, terdiri dari 14 rumah rusak berat dan 21 rusak ringan.

Dampak gempa juga menjalar ke sektor fasilitas umum. Satu unit fasilitas pendidikan dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan. Lokasi terdampak tersebar di Desa Tokilo dan Tindoli (Kecamatan Pamona Tenggara) serta Desa Pendolo (Kecamatan Pamona Selatan).

“Proses pendataan masih terus dilakukan di lapangan,” ujar Abdul.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada Kamis malam pukul 20.06 WIB, dengan pusat gempa berada di darat, wilayah Kabupaten Poso, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa berlokasi pada koordinat 2,01° Lintang Selatan dan 120,78° Bujur Timur, dan dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Poso dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Pasca gempa utama, BMKG mencatat setidaknya 11 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 5,5 M dan terkecil 2,4 M.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah:

  • Poso, Kolonodale, dan Mangkutana: Intensitas IV–V MMI (dirasakan hampir seluruh penduduk)
  • Palopo, Toraja, Mappadeceng, dan Bungku: III–IV MMI
  • Palu: II–III MMI

BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (rdr/ant)