SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mendorong para petani untuk menanam padi dua hingga tiga kali dalam setahun guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah itu.
“Rata-rata indeks tanam petani di Pasaman Barat masih satu kali setahun. Kami ingin mereka bisa menanam dua hingga tiga kali,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, di Simpang Empat, Kamis (24/7).
Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Pasbar terus melakukan edukasi dan sosialisasi melalui sekolah lapangan dan kegiatan penyuluhan di lapangan.
“Ada 95 orang penyuluh pertanian yang tersebar di 11 kecamatan. Mereka rutin turun ke petani untuk memberikan pendampingan sejak masa tanam, pengolahan lahan, pengendalian hama, panen hingga pascapanen,” jelasnya.
Doddy mengungkapkan bahwa para petani menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sekolah lapangan. Pengetahuan teknis seperti manajemen air, pemupukan, hingga strategi panen terus ditingkatkan melalui metode praktik langsung di lahan.
Selain intensifikasi pola tanam, Pemkab juga mendorong petani menjual hasil panen dalam bentuk beras, bukan gabah. Pasalnya, harga gabah hanya sekitar Rp7.000/kg, sedangkan beras bisa mencapai Rp13.000/kg.
“Kalau dijual dalam bentuk beras, nilai tambahnya lebih tinggi. Petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tegas Doddy.
Untuk mendukung petani, pemerintah daerah menyalurkan bantuan berupa benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan), baik melalui APBD kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.
Pada semester I tahun 2025 (Januari–Juni), produksi padi di Pasaman Barat mencapai 41.247 ton. Doddy memastikan, hingga saat ini tidak ada kendala dalam distribusi pupuk, dan musim kemarau belum berdampak signifikan karena aliran air irigasi masih lancar. (rdr/ant)






