EKONOMI

APREN: Saatnya Rempah Jadi Ikon Wisata Halal Indonesia

0
×

APREN: Saatnya Rempah Jadi Ikon Wisata Halal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Asosiasi Penggemar Rempah Nusantara (APREN) Siti Nur Azizah Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa wisata halal memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan usai mengikuti konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua Umum Asosiasi Penggemar Rempah Nusantara (APREN), Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, menekankan pentingnya mendorong komoditas rempah sebagai bagian dari produk unggulan dalam sektor wisata alam dan wisata halal khas Indonesia.

“Negara-negara seperti Eropa sangat memperhatikan komoditas rempah, bahkan Amerika kini kembali ke tren back to nature. Malaysia sudah lebih dulu melihat potensi ini. Sayangnya, sektor pariwisata kita belum cukup memperhitungkannya,” ujar Siti seusai konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7).

Menurutnya, Indonesia justru tertinggal dalam mengekspor produk halal karena tidak menjadikan rempah sebagai bagian dari komoditas strategis. Padahal, rempah memiliki nilai budaya, ekonomi, dan kesehatan yang tinggi, serta sangat potensial sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang kini sedang tren secara global.

“Rempah Indonesia bisa membumbui dunia. Tapi perlu ekosistem dari hulu ke hilir. Saat ini ekosistem itu belum dibangun secara optimal,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia tersebut.

Ia menekankan bahwa promosi rempah dalam pariwisata halal dapat dimulai dengan mengenalkan kekuatan rasa dan keunikan rempah-rempah Nusantara sebagai bumbu masakan khas yang otentik.

Siti juga mendorong pemerintah untuk menyisipkan narasi sejarah penting rempah Indonesia, termasuk bagaimana rempah menjadi incaran bangsa asing sejak zaman VOC.

Namun, di tengah potensi besar tersebut, ia menyayangkan bahwa kualitas rempah Indonesia kini menurun. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia, serta usia tanaman yang sudah tua.

Masalah lain terletak pada kemasan produk yang dinilai belum mampu menarik minat wisatawan. Padahal, rempah merupakan produk tropis yang tidak dimiliki oleh banyak negara.

“Negara tropis seperti Indonesia adalah sumber rempah dunia. Harus ada intervensi pemerintah untuk menata ulang sistem produksi dan pengelolaan tanaman rempah secara menyeluruh,” tegasnya.

Siti juga mengusulkan agar pemerintah mengajak generasi muda turut serta dalam mempopulerkan rempah melalui inovasi gaya hidup sehat. Misalnya, dengan membuat teh rempah, kopi rempah, atau produk minuman sehat lainnya.

“Rempah bisa dikenalkan lewat narasi menarik dan otentik. Kita harus menciptakan produk rempah yang punya cerita, yang inovatif, dan membanggakan,” tutupnya. (rdr/ant)