SUMBAR

Pemprov Sumbar Pasang Target Penanaman 1.000 Hektare Jagung Selama Agustus 2025

0
×

Pemprov Sumbar Pasang Target Penanaman 1.000 Hektare Jagung Selama Agustus 2025

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (dok. adpsb)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (Dok. adpsb)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bersama berbagai pihak menargetkan penanaman 1.000 hektare (ha) jagung selama Agustus 2025 dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Insyaallah Agustus nanti kita menanam 1.000 ha jagung dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Gubernur pada peluncuran program ketahanan pangan jagung bertajuk “Ba Jaguang: Dari Ranah Minang untuk Ketahanan Pangan Indonesia” di Kabupaten Padang Pariaman.

Gubernur mengatakan penanaman jagung seluas 1.000 ha tersebut karena hingga kini Sumbar baru bisa memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan jagung. Sementara, 60 persen lainnya masih disuplai dari provinsi tetangga hingga negara lain.

Eks Wali Kota Padang tersebut menyebut rata-rata setahun Sumbar baru bisa memproduksi sekitar 700 ribu ton sehingga masih kekurangan 1,2 juta ton untuk berbagai kebutuhan.

Mahyeldi mengatakan kebutuhan jagung di Sumbar tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia dengan berbagai bentuk pangan olahan, namun juga meliputi kebutuhan pakan ternak.

“Kebutuhan jagung di Sumbar tergolong tinggi terutama untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pabrik pakan ternak,” ujarnya.

Terkait penanaman jagung di Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan inisiasi PT Mekar Agrifin Teknologi (Paten Mekar Tani) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Gubernur menekankan pentingnya menjaga dan mengutamakan kebutuhan lokal.

Menurut Mahyeldi, langkah PT Mekar Agrifin Teknologi bersama Polda Sumbar sangat baik dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan agar hasil tanaman jagung tersebut terlebih dahulu mengutamakan kebutuhan Sumbar. Apabila kebutuhan lokal sudah terpenuhi maka surplus jagung bisa diimpor ke provinsi atau negara lain.

“Harus ada komitmen dengan investor bahwa kita harus memenuhi kebutuhan lokal dulu,” ucap Gubernur. (rdr)