BERITA

“Buru” Beruang Madu, BKSDA Sumbar Pasang Dua Kamera Jebak di Matur Agam

3
×

“Buru” Beruang Madu, BKSDA Sumbar Pasang Dua Kamera Jebak di Matur Agam

Sebarkan artikel ini
Petugas Resor KSDA Agam sedang memasang kamera jebak, Senin (24/1). (Antarasumbar/Yusrizal)

LUBUK BASUNG, RADARSUMBAR.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Resor Agam memasang dua unit kamera jebak di lokasi melintasnya beruang madu (Helarctos malayanus) ke permukiman warga di Dusun Surau Kubangan, Jorong Sidang Tangah, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Minggu (23/1).

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Senin, mengatakan kamera jebak pertama dipasang di sekitar lokasi muncul beruang pada Minggu (23/1) sore dan kamera kedua dipasang, Senin (24/1). “Kamera jebak itu dengan jarak sekitar 300 meter,” katanya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tegaskan Korupsi Hambat Pembangunan di Indonesia

Ia mengatakan, kamera itu dipasang untuk mendapatkan gambar visual dari satwa dilindungi Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Apabila terekam kamera dan masih berkeliaran, maka pihaknya memasang kandang jebak untuk evakuasi satwa itu. “Ini langkah terakhir yang kami lakukan, karena sudah masuk permukiman,” katanya.

Sebelumnya, Petugas KSDA Agam melakukan identifikasi lapangan untuk mencari keberadaan jejak beruang. Selain itu, melakukan wawancara dengan warga yang melihat dan merekam satwa tersebut. “Kita ke lokasi konflik manusia dengan satwa liar itu setelah mendapatkan informasi dari wali jorong setempat, Minggu (23/1),” katanya.

Baca Juga  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Tanah di Indonesia Tidak Bisa Dimiliki Asing

Sementara Wali Jorong Sidang Tangah, Agusmar menambahkan beruang itu pertama kali dilihat oleh Zurmiati (46) saat mengambil rumput untuk ternak. “Zurmiati langsung mengambil video munculnya satwa itu,” katanya.

Ia mengakui, keberadaan satwa itu tidak dijumpai warga sekitar pada Senin (24/1), karena pada Minggu langsung mengarah ke hutan. Namun warga ketakutan dengan satwa itu dan di lokasi muncul satwa banyak anak-anak. “Warga tetap melakukan aktivitas dengan meningkatkan kewaspadaan,” katanya. Dusun Surau Kubangan memiliki 100 kepala keluarga dengan 300 jiwa. (ant)