KESEHATAN

Vaksin HPV Disarankan Mulai Usia 9 Tahun, Anak Laki-laki juga Perlu

0
×

Vaksin HPV Disarankan Mulai Usia 9 Tahun, Anak Laki-laki juga Perlu

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) kepada siswi sekolah dasar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2023 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (16/11/2023). ANTARA FOTO/Hreeloita Dharma Shanti/wpa/aww.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Vaksin Human Papillomavirus (HPV) tidak hanya penting untuk anak perempuan, tetapi juga disarankan diberikan kepada anak laki-laki mulai usia 9 tahun, kata dokter spesialis anak dr. Jessica Sugiharto, Sp.A.

“Dulu kita mengira hanya perempuan yang perlu vaksin HPV, padahal laki-laki juga membutuhkannya. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum anak aktif secara seksual atau sebelum menikah. Usia minimal yang disarankan adalah 9 tahun,” ujarnya dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa (22/7).

Jessica menjelaskan, dua dosis vaksin HPV cukup untuk anak usia 9–14 tahun tanpa perlu pengulangan. Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi HPV pada anak laki-laki karena virus HPV dapat menyebabkan kanker penis hingga 42–70 persen kasus.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya vaksinasi lanjutan atau booster setelah anak menerima vaksin dasar di bawah usia dua tahun. Banyak orang tua, menurutnya, masih menganggap vaksinasi dasar sudah cukup melindungi anak seumur hidup.

“Padahal menurut data, vaksin dasar saja tidak cukup. Booster perlu dilakukan agar imunitas tetap optimal di masa depan,” ujarnya.

Jessica juga menyoroti tantangan jadwal vaksinasi yang cukup renggang setelah anak berusia dua tahun. Pada usia bayi hingga dua tahun, vaksin diberikan lebih sering, sekitar dua bulan sekali. Namun setelahnya, jadwal vaksin bisa hanya setiap enam bulan atau setahun sekali, yang kerap membuat orang tua lupa.

Pemerintah menyediakan layanan vaksinasi primer secara gratis melalui Posyandu, Puskesmas, dan saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Selain itu, vaksinasi juga bisa diakses melalui rumah sakit, klinik vaksinasi, hingga platform telemedisin. (rdr/ant)