SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyiapkan 500 hektare lahan di lima kecamatan sebagai bagian dari program optimalisasi pertanian yang didukung Kementerian Pertanian RI.
“Kita memperoleh program optimalisasi dari Kementerian Pertanian untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi yang rusak,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, di Simpang Empat, Senin (22/7/2025).
Lahan optimalisasi tersebar di beberapa kecamatan, yaitu:
- Ranah Batahan: 3 kelompok tani
- Kinali: 4 kelompok
- Gunung Tuleh: 1 kelompok
- Pasaman: 3 kelompok
- Talamau: 7 kelompok
Pada tahap awal, program akan difokuskan pada perbaikan jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke sawah lebih optimal. Perbaikan irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas beras di daerah tersebut.
“Anggaran yang dikucurkan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Lahan dan Irigasi mencapai Rp2,3 miliar, dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola mulai awal Agustus 2025,” jelas Doddy.
Selain perbaikan infrastruktur, Pemkab juga akan mengusulkan bantuan benih, pestisida, serta alat pertanian ke pemerintah pusat. Petani milenial akan dilibatkan dalam program ini melalui pembentukan Brigade Pangan, yang juga akan difasilitasi dengan sarana pertanian.
Sementara itu, untuk jaringan irigasi sekunder akan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.
Doddy menambahkan, Pemkab Pasaman Barat menargetkan produksi padi sebesar 95.823 ton pada 2025. Hingga Juni, produksi telah mencapai 41.287 ton dari total 11 kecamatan.
“Kami terus mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya. (rdr/ant)






