PASAMAN

25 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar, Polhut Gencarkan Patroli Karhutla di Pasaman

0
×

25 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar, Polhut Gencarkan Patroli Karhutla di Pasaman

Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar Pasaman saat melakukan pemadaman api pada kebakaran lahan di Puncak Koto Panjang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Sabtu (19/7/2025).ANTARA/HO-Damkar Pasaman

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) dari UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Raya menggencarkan patroli ke sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Terra Darma, melalui Kanit Admin M. Manullang mengatakan, titik-titik rawan tersebar di kawasan lahan yang didominasi tumbuhan alang-alang yang mudah terbakar, terutama saat musim kemarau.

“Daerah yang paling rawan berada di Kecamatan Mapattunggul, Mapattunggul Selatan, dan Rao Selatan. Jenis vegetasi di sana sangat mudah menyulut dan menyebarkan api,” ujarnya di Lubuk Sikaping, Senin (22/7/2025).

Patroli difokuskan pada langkah pencegahan dini, baik di lahan masyarakat maupun kawasan Hutan Lindung (HL). Petugas juga memberi imbauan langsung kepada petani untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Selain itu, KPHL Pasaman Raya bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah kecamatan, dan wali nagari guna memperkuat deteksi dini dan upaya pencegahan.

“Sinergi ini penting karena 80 persen wilayah Pasaman merupakan daerah pertanian. Jika tidak dikendalikan, potensi karhutla bisa sangat meluas,” tambahnya.

Manullang menyebutkan bahwa sejak dua bulan terakhir telah terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 25 hektare di Kabupaten Pasaman. Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Hutan Lindung Rao Selatan.

“Pada Juni 2025, tercatat kebakaran 10 hektare. Terbaru, Sabtu (19/7), terjadi lagi kebakaran seluas 15 hektare di lokasi yang sama,” katanya.

Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan unsur pidana.

“Jika ada pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak tegas,” tegas Manullang.

Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Pasaman, Etriwaldi, menyatakan seluruh personel pemadam kebakaran dalam posisi siaga penuh, khususnya di dua pos utama yakni Tapus Padang Gelugur dan Lubuk Sikaping.

“Pada kebakaran Sabtu lalu, kami kerahkan tiga unit mobil damkar ke lokasi di Rao Selatan,” tutupnya. (rdr/ant)