BERITA

Presiden Prabowo: Isu “Indonesia Gelap” Rekayasa Koruptor untuk Bikin Gaduh

1
×

Presiden Prabowo: Isu “Indonesia Gelap” Rekayasa Koruptor untuk Bikin Gaduh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym/aa.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menyebut isu dan tagar “Indonesia Gelap” yang sempat viral di media sosial merupakan rekayasa yang dibuat oleh koruptor dengan membayar buzzer dan menyebarkan pesimisme ke tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (20/7) malam.

“Memang ada usaha, menggunakan teknologi, uang, media sosial, membayar pakar-pakar dan buzzer. Mereka menyebarkan pesimisme. Saya geleng-geleng kepala, orang-orang yang mengaku pemimpin justru menyebarkan narasi ‘Indonesia Gelap’,” ujar Prabowo.

Pada layar videotron di lokasi acara, ditampilkan bahwa isu tersebut berkaitan dengan tersangka kasus korupsi minyak kelapa sawit (CPO).

Prabowo mengatakan, unggahan dengan tagar “Indonesia Gelap” yang diikuti slogan “Kabur dulu aja” merupakan rekayasa terstruktur yang juga mendanai aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

“Demo-demo itu dibiayai oleh siapa? Oleh mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh dan miskin. Ya, koruptor-koruptor itu,” tegas Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.

Ia menegaskan bahwa Indonesia justru memiliki masa depan yang cerah berkat kekayaan sumber daya alam dan berbagai indikator positif ekonomi.

“Indonesia gelap? Sorry, ya. Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya,” ucapnya optimistis.

Acara tersebut sekaligus menjadi momentum penetapan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI periode 2025–2030. Ribuan kader dari seluruh Indonesia turut hadir dalam kongres tersebut, yang juga memperkenalkan logo baru PSI: seekor gajah dengan kepala berwarna dan tubuh berwarna hitam, mencerminkan semangat partai sebagai “Partai Super Terbuka (Tbk.)”. (rdr/ant)