BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama musim kemarau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, telah melalap sekitar 30 hektare lahan. Titik-titik kebakaran tersebar di sejumlah nagari (desa) yang berada di berbagai kecamatan.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Dody Susilo, mengatakan, kebakaran terpantau di wilayah Nagari Simawang, Batu Taba, Padang Magek, Rambatan, Balimbiang, Saruaso, Pagaruyung, Pangian, hingga Sungai Jambu.
“Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 30 hektare. Beberapa nagari baru melaporkan dan masih kami petakan,” ujar Dody di Batusangkar, Minggu (20/7/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar titik kebakaran terjadi di area perbukitan yang sulit diakses. Kondisi diperburuk oleh angin kencang dan banyaknya material kering, sehingga mempercepat penyebaran api.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melibatkan BPBD, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Penyelamatan Damkar Tanah Datar, Dendi, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, pihaknya mencatat lebih dari 100 titik api yang tersebar di wilayah Tanah Datar.
“Kebakaran terjadi hampir setiap hari, dari skala kecil hingga besar,” ungkap Dendi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi api di lingkungan sekitar, mengingat kondisi cuaca kering yang masih berlangsung. (rdr/ant)






