BUKITTINGGI

Alat Pemantau Gunung Marapi Kembali Dicuri, Pemantauan Aktivitas Vulkanik Terganggu

0
×

Alat Pemantau Gunung Marapi Kembali Dicuri, Pemantauan Aktivitas Vulkanik Terganggu

Sebarkan artikel ini
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi Teguh Purnomo menunjukkan peta sebaran stasiun pemantau Gunung Marapi di Kota Bukittinggi, Sabtu (19/7/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi mencatat telah terjadi tiga kali pencurian alat pemantau aktivitas vulkanik sejak tahun 2022 di kawasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

“Sejak 2022, kami mencatat sudah tiga kali kehilangan alat pemantau aktivitas Gunung Marapi karena dicuri,” ujar Teguh Purnomo, petugas PGA Gunung Marapi, di Bukittinggi, Minggu (20/7/2025).

Menurut Teguh, baterai stasiun pemantauan menjadi komponen yang paling sering dicuri. Akibatnya, sejumlah alat tidak berfungsi, dan pemantauan dari sisi timur dan selatan Gunung Marapi menjadi sangat terbatas.

Meski demikian, pemantauan masih bisa dilakukan melalui stasiun lain. Saat ini terdapat sembilan stasiun pemantauan yang tersebar di berbagai titik di sekitar Gunung Marapi.

“Keberadaan sembilan stasiun ini sudah cukup ideal karena mencakup seluruh arah mata angin. Alat-alat ini bisa merekam seluruh aktivitas vulkanik, terutama dari Kawah Verbeek, dapur magma utama Gunung Marapi,” jelas Teguh.

Ia menambahkan, peralatan pemantauan meliputi seismograf untuk mendeteksi getaran gempa dan aktivitas vulkanik, serta tiltmeter yang merekam perubahan tekanan di dalam gunung, termasuk pembengkakan atau pengempesan akibat pergerakan magma.

Teguh berharap kesadaran masyarakat meningkat agar tidak merusak atau mencuri peralatan yang sangat penting untuk keselamatan bersama. (rdr/ant)