PADANG

BKSDA Sumbar Susun SOP Pendakian Gunung Cegah Kecelakaan, Fokus Marapi dan Sekitarnya

0
×

BKSDA Sumbar Susun SOP Pendakian Gunung Cegah Kecelakaan, Fokus Marapi dan Sekitarnya

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar Hartono saat diwawancarai di Padang, Rabu (2/7/2025). ANTARA/Fandi Yogari

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pendakian gunung-gunung yang berada di bawah naungan mereka untuk meningkatkan keselamatan para pendaki.

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan asosiasi pemandu gunung dan Federasi Mountaineering Indonesia guna membahas SOP tersebut secara bersama-sama.

“Penyusunan SOP ini menjadi perhatian serius Kementerian Kehutanan, apalagi menyusul insiden kecelakaan pendakian di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu,” kata Hartono di Padang, Sabtu (19/7).

Setelah konsultasi dengan para pemandu dan federasi selesai, BKSDA berencana bertemu dengan Ombudsman Sumbar dan pemerintah daerah untuk membahas penerapan SOP tersebut.

Hartono menegaskan, SOP ini penting untuk menghindari kecelakaan pendaki, terutama untuk gunung-gunung yang potensial dibuka kembali seperti Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Gunung Tandikek, dan Gunung Sago.

Hingga saat ini, keempat gunung tersebut masih ditutup sementara menyusul letusan Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 yang menewaskan 24 pendaki dari 75 tercatat dalam sistem booking online BKSDA.

Masa penutupan ini juga diwarnai adanya pendaki liar yang nekat menerobos larangan, sehingga BKSDA menjatuhkan sanksi berupa larangan pendakian kepada sejumlah pendaki ilegal pada Februari 2025.

“Dengan SOP yang akan kami susun, kami berharap dapat menentukan titik-titik pendakian yang aman dan dapat dibuka sementara waktu,” ujar Hartono. (rdr/ant)