BERITA

DDII Garap Film Tokoh Bangsa Mohammad Natsir, Disutradarai Dai Kreatif Erick Yusuf

0
×

DDII Garap Film Tokoh Bangsa Mohammad Natsir, Disutradarai Dai Kreatif Erick Yusuf

Sebarkan artikel ini
Mohammad Natsir. ANTARA/Dokumentasi Keluarga/aa.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama Yayasan Kapita Selekta Mohammad Natsir akan memproduksi film biografi tentang sosok pahlawan nasional dan pejuang kemerdekaan, Mohammad Natsir.

Ketua Umum DDII, Adian Husaini, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Jumat (18/7), menyatakan bahwa film tersebut akan digarap oleh Erick Yusuf, seorang dai kreatif, pimpinan pesantren, sekaligus seniman.

Mohammad Natsir, yang bergelar Datuk Sinaro Panjang, dikenal sebagai tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Ia adalah negarawan, ulama, pendidik, jurnalis, sekaligus pahlawan nasional kelahiran Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Ketokohan Natsir tak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga diakui dunia. Ia pernah menerima berbagai penghargaan internasional, seperti Grand Gordon Star dari Raja Tunisia, King Faisal International Prize dari Arab Saudi, gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Lebanon, serta penghargaan akademik dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Sains Malaysia.

Salah satu jasa besar Natsir bagi Indonesia adalah saat ia mengusulkan Mosi Integral dalam sidang Parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 3 April 1950. Mosi tersebut menjadi dasar bersatunya kembali wilayah Indonesia ke dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Natsir bukan hanya brilian dalam pemikiran tentang pendidikan, kenegaraan, dan kebangsaan, tetapi juga memberi keteladanan luar biasa dalam tutur kata, perilaku, hingga tindakan nyata,” ujar Adian Husaini.

Sementara itu, Erick Yusuf mengatakan bahwa mengangkat sosok Natsir ke layar lebar merupakan tantangan besar. “Film ini ingin menghadirkan kisah utuh seorang tokoh: keikhlasannya dalam berjuang, kesederhanaannya dalam memimpin, dan keberaniannya menegakkan kebenaran meski menghadapi risiko besar,” jelas Erick.

Putri Mohammad Natsir, Aisyatul Asriah, turut menyampaikan bahwa sang ayah adalah sosok kepala keluarga yang penuh kasih, disiplin, dan berakhlak mulia. “Sejak kecil, beliau mengajarkan kami tentang adab, kesantunan, kerendahan hati, serta nilai-nilai hidup sederhana,” kenangnya. (rdr/ant)