SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para pelajar SMA melalui program “Polisi Masuk Sekolah.” Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya tertib berkendara sejak usia dini, khususnya di kalangan remaja.
Sosialisasi pertama dilakukan di SMA Al-Istiqomah, Simpang Empat, Kamis (17/7), dan akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya secara bertahap.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, melalui Kasat Lantas AKP Rina Aryanti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi untuk mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang didominasi kalangan remaja.
“Pelanggaran lalu lintas banyak terjadi di kalangan pelajar karena masih kurangnya kesadaran dan pemahaman terhadap aturan berkendara,” ujar AKP Rina.
Ia menegaskan bahwa anak di bawah umur sebaiknya tidak diizinkan membawa kendaraan bermotor, mengingat mereka belum cukup matang secara fisik, mental, serta belum memahami keselamatan berlalu lintas.
“Kami juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak di bawah umur membawa kendaraan demi keselamatan mereka dan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025 yang digelar sejak 14 Juli hingga 27 Juli, Satlantas Polres Pasaman Barat telah menindak 29 pelanggaran lalu lintas hingga hari ketiga operasi.
Rinciannya, tilang terhadap kendaraan roda dua sebanyak 7 unit, roda empat 1 unit, dan roda enam 1 unit. Selain itu, ada 4 pelanggaran SIM C, 14 pelanggaran STNK, serta 1 pelanggaran yang dikenai tilang BRIVA.
AKP Rina menyebutkan bahwa penindakan dilakukan baik secara stasioner maupun hunting system, yang berlangsung pagi, siang, hingga malam hari.
“Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pastikan kendaraan lengkap surat dan perlengkapan keamanannya,” imbaunya. (rdr/ant)






