PARIAMAN

BMKG Bangun Radar Tsunami di Pariaman, Bantu Deteksi Dini Bencana

0
×

BMKG Bangun Radar Tsunami di Pariaman, Bantu Deteksi Dini Bencana

Sebarkan artikel ini
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan membangun radar frekuensi tinggi (High-Frequency Radar) di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Radar tersebut difungsikan untuk mendeteksi potensi tsunami dan rencananya mulai dibangun pada Agustus 2025.

“Radar ini terutama untuk deteksi tsunami, tapi juga bisa memantau arus laut, cuaca, hingga lokasi kumpulan ikan,” ujar Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Radius Syahbandar, Kamis (17/7).

Radius menjelaskan, alat tersebut akan memberikan informasi yang lebih akurat mengenai potensi tsunami usai gempa laut. Selama ini, BMKG hanya bisa mengeluarkan peringatan dini berdasarkan potensi, bukan kepastian keberadaan tsunami.

“Dengan radar ini, kita bisa mengetahui secara langsung apakah tsunami benar-benar terjadi atau tidak. Ini sangat membantu proses evakuasi masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya untuk mitigasi bencana, radar ini juga diyakini memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan, karena dapat membantu memantau pergerakan ikan di laut.

Radar akan dipasang di tepi pantai dengan panjang area yang dibutuhkan mencapai 300 meter. Di lokasi itu juga akan dibangun ruangan khusus untuk penyimpanan alat dan sumber daya pendukung.

Namun, rencana pembangunan ini sempat mendapat penolakan dari sebagian pedagang yang memiliki gazebo di area wisata Pantai Anas Malik, lokasi pemasangan radar. Mereka khawatir keberadaan radar akan mengganggu usaha mereka.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Lohong, Eri Gustian, mengatakan secara umum warga mendukung pembangunan radar tersebut karena manfaatnya besar bagi keselamatan mereka.

“Yang sempat menolak hanya warga yang terdampak langsung, tapi kini sudah tidak ada masalah karena gazebo milik mereka sudah dibongkar secara sukarela,” ujarnya.

Pantai Anas Malik sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pariaman, sehingga pembangunan fasilitas mitigasi ini diharapkan tetap mempertimbangkan aspek wisata sekaligus keselamatan masyarakat pesisir. (rdr/ant)