BERITA

Lima Kepala Daerah Kepulauan Nias Bahas Pembentukan Provinsi Baru

1
×

Lima Kepala Daerah Kepulauan Nias Bahas Pembentukan Provinsi Baru

Sebarkan artikel ini
Forum Komunikasi Kepala Daerah (Forkada) se-Kepulauan Nias, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli. Senin (14/7/2025). (rdr/putra)

GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Forum Komunikasi Kepala Daerah (Forkada) se-Kepulauan Nias menggelar rapat koordinasi membahas pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Senin (14/7/2025) di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli.

Lima kepala daerah se-Kepulauan Nias, Sumatera Utara menghadiri pertemuan tersebut. Koordinator Forkada se-Kepulauan Nias, Sowa’a Laoli menegaskan bahwa empat agenda utama dibahas dalam rapat koordinasi tersebut.

Semua agenda memerlukan kolaborasi antar kepala daerah untuk mewujudkan kebijakan yang efektif dan efisien.

“Kebijakan bersama ini nantinya akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat di Kepulauan Nias,” ungkap Sowa’a Laoli yang menjabat sebagai Wali Kota Gunungsitoli.

Wali Kota Gunungsitoli mengakui bahwa rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan dukungan penuh dari seluruh kepala daerah. Wacana strategis ini dinilai dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.

Peningkatan Layanan Transportasi

Pemimpin Kota Gunungsitoli menekankan perlunya peningkatan layanan transportasi laut dan udara untuk mendukung pemekaran dari Provinsi Sumatera Utara. Jalur penyeberangan laut telah dilaksanakan secara bertahap, namun layanan penerbangan di Bandara Binaka masih memerlukan peningkatan.

“Jalur penyeberangan udara melalui maskapai penerbangan mendapat perhatian khusus karena Bandar Udara Binaka menjadi jantung konektivitas transportasi,” jelas Sowa’a yang didampingi Wakil Walikota Gunungsitoli, Martinus Lase.

Bandara Binaka menghubungkan wilayah kepulauan dengan kota-kota di daratan Sumatera dan Jawa, termasuk Medan, Padang, dan Jakarta. Mantan anggota DPRD Gunungsitoli ini menyebut bahwa bandara tersebut masih berukuran kecil dibandingkan bandara internasional atau utama di wilayah lain.

“Pembebasan lahan di wilayah bandara menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan penerbangan di daerah kita,” tambah Sowa’a.

Pengembangan Geopark dan Pariwisata

Pengusulan geopark Kepulauan Nias dan Pesta Ya’ahowu menjadi agenda penting sebagai penunjang kepariwisataan. Pengembangan potensi geologi dan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat daerah di Kepulauan Nias.

Sowa’a Laoli mengajak empat bupati di Kepulauan Nias untuk terus meningkatkan sinergi yang telah terjalin dan berkoordinasi dengan baik di wilayah masing-masing. Para kepala daerah dari Kabupaten Nias Selatan, Nias Utara, Kabupaten Nias, dan Nias Barat menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung seluruh agenda yang telah disepakati.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antar daerah menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,” tutup Sowa’a yang diamini para kepala daerah lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah kepulauan. (rdr/putra)