SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menilai pembentukan brigade pangan di Kecamatan Talamau sebagai langkah strategis untuk melibatkan generasi muda atau milenial dalam meningkatkan produksi padi.
Kepala Bidang Penyuluhan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Saridin, mengatakan program brigade pangan dari Kementerian Pertanian ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dengan teknologi modern dan mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian.
“Harapan kami, dengan keterlibatan petani milenial, Indeks Pertanaman (IP) yang saat ini hanya satu kali setahun, dapat meningkat menjadi dua kali setahun di Kecamatan Talamau dan Pasaman Barat,” ujar Saridin.
Peningkatan IP ini merupakan bagian dari upaya intensifikasi, didukung fasilitas modern seperti traktor, drone, alat pemupukan, pengendali hama, hingga mesin panen.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Talamau, Refqi Jufri, mengapresiasi dukungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sumbar. Brigade pangan di Talamau kini telah beranggotakan puluhan petani milenial yang siap berkontribusi meningkatkan produksi padi.
Talamau memiliki luas sawah 2.434 hektare dan merupakan salah satu penghasil beras utama Pasaman Barat. Namun, hanya sekitar 60 persen petani yang menanam padi dua kali setahun, sisanya menanam sekali setahun sehingga lahan terbengkalai dan menjadi sarang hama tikus.
“Jika sawah dibiarkan tidak produktif selama setahun, kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 31,2 miliar,” jelas Refqi.
Dengan brigade pangan, diharapkan sawah yang selama ini bera dapat kembali dioptimalkan sehingga meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. (rdr/ant)






