BERITA

Menko PM Tegaskan Bansos ‘Abadi’ untuk Difabel, Lansia, dan ODGJ, Bansos Lain Dibatasi Lima Tahun

0
×

Menko PM Tegaskan Bansos ‘Abadi’ untuk Difabel, Lansia, dan ODGJ, Bansos Lain Dibatasi Lima Tahun

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Minggu (13/7/2025) malam. ANTARA/Fath Putra Mulya

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa bantuan sosial (bansos) untuk kelompok difabel, lanjut usia (lansia), dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan diberikan secara berkelanjutan atau ‘abadi’.

“Ya, ada istilah periode. Sampai hari ini, kami berkesimpulan untuk difabel, manusia lanjut usia, dan ODGJ itu abadi, bansos terus,” ujar Cak Imin, sapaan akrabnya, saat ditemui di Jakarta, Minggu (13/7) malam.

Sementara itu, pemberian bansos untuk kategori masyarakat miskin lainnya dibatasi maksimal lima tahun.

Selain itu, Cak Imin menegaskan belum ada perubahan konsep bansos untuk masyarakat miskin secara umum, yang masih mengacu pada standar Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebelumnya, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengusulkan agar bansos lebih difokuskan kepada kelompok rentan seperti lansia, difabel, dan ODGJ. Usulan ini muncul menyusul fenomena penyalahgunaan bansos, termasuk untuk judi daring.

Budiman menekankan bahwa masyarakat miskin yang secara fisik masih kuat perlu diberdayakan agar dapat keluar dari kemiskinan melalui potensi yang dimilikinya.

Dalam upaya tersebut, BP Taskin merumuskan Rencana Induk Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang mencakup sembilan sektor, antara lain pangan, perumahan, energi terbarukan, transportasi, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, dan industri digital.

“Karena itulah, Pak Prabowo Subianto membentuk BP Taskin agar pendekatan pengentasan kemiskinan tidak hanya berupa pemberian bantuan sosial semata,” tambah Budiman. (rdr/ant)