SIMPANGEMPAT,RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, berencana menggandeng Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam pengembangan koperasi desa Merah Putih yang kini telah terbentuk di 90 nagari (desa).
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM Pasaman Barat, Pahrein, mengatakan bahwa selain bidang usaha yang sudah ditentukan, koperasi desa Merah Putih diharapkan dapat melibatkan UMKM lokal sebagai salah satu penggerak usaha.
“Bidang usaha koperasi desa Merah Putih meliputi apotek, klinik, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, pengadaan sembako, pergudangan atau cold storage, serta logistik. Nantinya, akan ditambah satu bidang usaha potensial di masing-masing nagari yang bisa berasal dari UMKM setempat,” ujarnya, Minggu.
Pahrein berharap koperasi desa Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah perdesaan. Keanggotaan koperasi diambil dari masyarakat nagari setempat dengan minimal 20 orang per koperasi.
Pembentukan koperasi desa Merah Putih ini merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia yang harus ditindaklanjuti secara serius.
“Presiden menekankan pentingnya kekompakan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di desa atau nagari,” tambah Pahrein.
Saat ini, 90 koperasi desa Merah Putih telah terbentuk di 90 nagari yang tersebar di 11 kecamatan di Pasaman Barat. Pihaknya kini tengah menunggu regulasi lanjutan dari Kementerian Koperasi untuk pengembangan selanjutnya. (rdr/ant)





