PENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Gunakan AI untuk Pemetaan Bakat Siswa, Targetkan Lahirkan Generasi Emas 2045

1
×

Sekolah Rakyat Gunakan AI untuk Pemetaan Bakat Siswa, Targetkan Lahirkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh dalam pertemuan bersama para pemerintah daerah dan universitas untuk penandatanganan perjanjian pinjam pakai barang milik daerah untuk Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos Jakarta, Kamis (10/7/2025). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menyatakan bahwa pemetaan bakat siswa di Sekolah Rakyat dilakukan menggunakan teknologi Akal Imitasi (AI) guna mendukung pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan efektif.

“Setiap anak itu jenius. Tidak ada ciptaan Tuhan yang bodoh. Kita hanya perlu tahu di mana kekuatannya. Itulah dasar dari personalized learning yang kami terapkan,” ujar Nuh di Jakarta, Kamis (10/7).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini menggunakan Model Delta, yakni metode yang memetakan kondisi awal siswa secara komprehensif—baik secara fisik, psikososial, maupun akademik—kemudian mengukur perkembangannya setiap semester.

“Solidaritas sosial juga dibangun, karena mereka semua berangkat dari titik yang sama: titik yang berat,” tambahnya.

Teknologi AI memungkinkan pemetaan bakat ribuan siswa dalam waktu singkat, hanya sekitar 5–10 menit per anak. Hasil pemetaan tersebut langsung diberikan kepada guru sebagai acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan potensi masing-masing siswa.

“Misalnya, hasilnya menunjukkan seorang anak unggul dalam seni atau matematika. Maka pendekatan guru akan menyesuaikan dengan kekuatan itu,” jelas Nuh.

Menurut Nuh, Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk mengangkat anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun fondasi bagi kebangkitan nasional.

“Cita-cita kita adalah menyiapkan Generasi Emas 2045. Syaratnya, tahun depan kita harus mulai bangkit. Sekolah Rakyat adalah kendaraan menuju kebangkitan kejayaan Indonesia,” ujarnya.

Setiap siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas pendidikan lengkap, termasuk:

  • Pemeriksaan kesehatan menyeluruh
  • Pemetaan potensi berbasis AI
  • Penilaian akademik dan psikososial
  • Akses asrama dan makan tiga kali sehari
  • Seragam dan perlengkapan sekolah
  • Pendampingan pembelajaran digital
  • Pembiayaan pendidikan sebesar Rp48,25 juta per anak per tahun (untuk tahun pertama). (rdr/ant)