BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Seorang lansia bernama Nenek Ramian (78), warga Jorong Sungai Emas, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, viral di media sosial karena disebut hidup di hutan bersama anaknya yang lumpuh dan disebut luput dari perhatian pemerintah daerah.
Namun, pemerintah nagari membantah klaim tersebut. Kasi Kesejahteraan Pemerintahan Nagari Saruaso, Munardi Sutan Kayo, mengatakan bahwa informasi dalam video yang beredar itu tidak benar.
“Pemerintah nagari bersama Dinas Sosial dan TKSK sudah beberapa kali mendampingi dan memberikan bantuan kepada Nenek Ramian,” ujar Munardi di Batusangkar, Kamis (10/7).
Ia menjelaskan, Nenek Ramian memang saat ini tinggal di pondok sawah, bukan rumah permanen, dan tempat itu dijadikan tempat tinggal sementara karena dekat dengan lahan karet dan sawah miliknya.
“Jarak rumah utama beliau dengan lahannya cukup jauh, sekitar tiga kilometer. Karena tidak ada kendaraan, beliau memilih tinggal di pondok sawah tersebut,” jelas Munardi.
Menurutnya, selain alasan praktis, Nenek Ramian juga memelihara kambing dan ayam di pondok tersebut. Ia tinggal bersama salah satu anaknya yang sedang sakit dan mengalami kelumpuhan.
Nenek Ramian sebelumnya tinggal bersama suaminya di pondok tersebut, namun suaminya telah meninggal dunia. Ia pernah merantau ke Padang dan Pulau Jawa, dan baru sekitar 11 tahun terakhir kembali menetap di kampung halaman.
Sementara itu, Kepala Jorong Sungai Emas, Awaludin Malin Sinaro, menegaskan bahwa Nenek Ramian telah menerima berbagai bentuk bantuan dari pemerintah.
“Beliau pernah menerima BPNT dari Kemensos hingga 2024. Setelah itu, kami masukkan ke daftar penerima BLT Dana Desa. Sejak masa pandemi COVID-19, beliau rutin menerima bantuan,” jelas Awaludin.
Bahkan, kata dia, perhatian juga diberikan kepada anak Nenek Ramian yang lumpuh, termasuk pemberian kursi roda dari pemerintah daerah.
Saat ini, Nenek Ramian memiliki tujuh anak. Empat anak tinggal di perantauan, tiga di kampung, dan satu anak di rantau telah meninggal dunia.
“Pemerintah nagari berkomitmen terus hadir untuk warga rentan, termasuk lansia dan keluarga kurang mampu seperti Nenek Ramian. Bahkan tahun ini, anaknya yang lain juga telah kami berikan bantuan BLT Dana Desa,” tegas Awaludin. (rdr/ant)






