AGAM

Wabup Agam Dorong Masjid jadi Pusat Kreativitas dan Pemberdayaan Generasi Muda

4
×

Wabup Agam Dorong Masjid jadi Pusat Kreativitas dan Pemberdayaan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal membuka secara resmi sosialisasi dan bimbingan teknis nagari atau desa creative hub berbasis masjid. Dok ANTARA/HO/Humas Pemkab Agam

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat, Muhammad Iqbal, mendorong masyarakat untuk memaksimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan, khususnya bagi generasi muda.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi pusat peradaban, pendidikan, ekonomi, dan kreativitas,” ujarnya saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis Nagari Creative Hub berbasis masjid di Lubuk Basung, Kamis (tanggal bisa ditambahkan jika ada).

Iqbal menyebutkan, program ini merupakan terobosan baru untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat, dengan menjadikan masjid sebagai simpul pemberdayaan.

Baca Juga  Bentuk PAGARI Salareh Aia Timur, BKSDA Sumbar Latih Warga Penanganan Konflik Satwa Liar

“Kita ingin masjid menjadi ruang tumbuhnya potensi masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka tidak hanya aktif secara spiritual, tetapi juga produktif secara sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Ia juga mengajak para wali nagari dan pengurus masjid agar proaktif mendukung program tersebut dan membuka ruang untuk inisiatif-inisiatif kreatif dari masyarakat nagari.

“Saya berharap masjid tidak hanya ramai saat waktu salat, tetapi juga hidup dengan kegiatan-kegiatan produktif, edukatif, dan inovatif,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Handria Asmi, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 66 pengurus masjid, 66 wali nagari, 16 camat, serta perwakilan dari 20 organisasi perangkat daerah mitra.

Baca Juga  Wako Solok Ingatkan Calon Haji Jaga Kesehatan-Siapkan Mental Hadapi Cuaca Panas

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal dari gerakan kolektif untuk menjadikan masjid sebagai pusat kemajuan nagari yang religius sekaligus kreatif. (rdr/ant)