PASAMAN BARAT

Stok Pangan di Pasaman Barat Aman hingga Juli 2025, Produksi Lokal jadi Andalan

0
×

Stok Pangan di Pasaman Barat Aman hingga Juli 2025, Produksi Lokal jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Pasaman Barat saat mengadakan gerakan pangan murah di Sikilang Kecamatan Sungai Aur, di Kamis (5/6) lalu. ANTARA/HO-Dinas Ketahanan Pangan.

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada pekan kedua Juli 2025.

“Kondisi pangan di Pasaman Barat mencukupi. Ketersediaannya saat ini melebihi kebutuhan mingguan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, di Simpang Empat, Rabu (9/7).

Pihaknya melakukan pengecekan stok pangan secara rutin setiap awal pekan, dan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi yang stabil. Ketersediaan sejumlah komoditas utama dilaporkan masih tinggi dibandingkan kebutuhan rata-rata mingguan masyarakat.

Berikut rincian ketersediaan dan kebutuhan pangan di Pasaman Barat per pekan kedua Juli 2025:

  • Beras: 1.211,81 ton (kebutuhan: 736,24 ton)
  • Jagung: 2.980,60 ton (kebutuhan: 2,35 ton)
  • Cabai rawit: 88,50 ton (kebutuhan: 22,06 ton)
  • Cabai merah: 128,50 ton (kebutuhan: 37,12 ton)
  • Bawang putih: 21,50 ton (kebutuhan: 8,75 ton)
  • Bawang merah: 39,75 ton (kebutuhan: 27,09 ton)
  • Daging sapi: 26,19 ton (kebutuhan: 0,31 ton)
  • Daging ayam: 107,14 ton (kebutuhan: 38,19 ton)
  • Telur ayam: 302,61 ton (kebutuhan: 43,28 ton)
  • Gula pasir: 95,26 ton (kebutuhan: 36,82 ton)
  • Minyak goreng: 165,60 ton (kebutuhan: 66,87 ton)

Ekadiana menjelaskan, selain mengandalkan produksi lokal yang kini memasuki masa panen, suplai pangan juga didukung pasokan dari kabupaten lain di Sumbar dan dari luar provinsi seperti Medan, Sumatera Utara.

“Distribusi dan harga pangan di pasar masih normal, tidak ada lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para pedagang tidak melakukan penimbunan bahan pangan demi menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau distribusi, ketersediaan, dan harga pangan di pasar. (rdr/ant)