PADANG, RADARSUMBAR.COM – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, Sumatera Barat, mengimbau seluruh jamaah haji asal Sumbar untuk aktif memantau kondisi kesehatan mereka selama 21 hari sejak tiba di Tanah Air. Hal ini penting guna mendeteksi dini potensi penyakit menular maupun komplikasi kesehatan pascaibadah haji.
“Selama 21 hari sejak kedatangan jamaah di debarkasi, mereka berada dalam pemantauan kami, terutama dari aspek kesehatan,” ujar Ketua PPIH Debarkasi Padang, Edison, di Kota Padang, Rabu (9/7).
Imbauan itu disampaikan Edison saat menyambut kepulangan jamaah haji kloter 15 yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Kabupaten Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam, Solok, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, hingga Kota Bukittinggi dan Padang.
Menurutnya, jamaah diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila merasakan gejala gangguan kesehatan, sebagai langkah antisipatif terhadap penyakit seperti COVID-19 maupun MERS-CoV.
Edison yang juga Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan serta Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan proses pemantauan berjalan efektif.
“Dalam pemantauan kami, ada jamaah yang meninggal dunia dalam masa 21 hari tersebut, terakhir berasal dari Kabupaten Pasaman. Umumnya, mereka memiliki penyakit bawaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aktivitas ibadah yang padat dan cuaca ekstrem selama di tanah suci turut menjadi faktor penurunan daya tahan tubuh jamaah.
“Kami minta para jamaah dan keluarga untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan, meski sudah berada di rumah,” tutupnya. (rdr/ant)






