PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengajukan permohonan bantuan senilai Rp65,5 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana sepanjang 2024.
“Insyaallah, dalam waktu dekat tim BNPB akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi usulan kita. Harapan kami, seluruh permohonan ini bisa diprioritaskan akhir 2025,” kata Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, di Parik Malintang, Rabu (9/7).
Proposal tersebut telah disampaikan secara resmi ke BNPB pada Senin (7/7), dan diterima oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah. Usulan akan segera diverifikasi dan dilanjutkan ke Kementerian Keuangan pada Agustus 2025 untuk proses penganggaran.
Menurut Bupati, terdapat 12 titik kerusakan infrastruktur di Padang Pariaman yang diajukan untuk bantuan, dengan rincian:
- Subsektor transportasi dan jembatan: Rp29,95 miliar
- Subsektor sumber daya air (irigasi, bendungan, dll.): Rp35,62 miliar
“Lokasi-lokasi tersebut meliputi infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, bendungan, dan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana,” jelasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan agar proses pengajuan ini dapat berjalan lancar dan segera terealisasi.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah meninjau langsung sejumlah titik kerusakan di Padang Pariaman. Dalam kunjungannya, ia meminta Pemkab segera mengajukan proposal bantuan agar proses perbaikan dapat dipercepat. (rdr/ant)





