BERITA

Tak Pakai Tes Akademik, Sekolah Rakyat Hanya Terima Siswa dari Data Kemiskinan Ekstrem

0
×

Tak Pakai Tes Akademik, Sekolah Rakyat Hanya Terima Siswa dari Data Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Mensos RI Syaifullah Yusuf. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Mensos RI Syaifullah Yusuf. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik, melainkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Anak-anak kita ini tidak ada tes akademik. Seleksi dilakukan berdasarkan data DTSEN,” ujar Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (8/7).

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan oleh Tim Formatur Sekolah Rakyat yang akan mendatangi langsung calon peserta dari kalangan miskin ekstrem (desil 1) dan miskin (desil 2) berdasarkan DTSEN.

“Tim akan melakukan wawancara dan verifikasi di lapangan. Bila terbukti tergolong miskin ekstrem, mereka akan diminta mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Menteri Sosial juga menyampaikan bahwa sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat siap beroperasi mulai 14 Juli 2025. Sementara 37 titik lainnya ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juli atau awal Agustus.

“Total akan ada 100 titik Sekolah Rakyat di tahap pertama. Sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto, jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 200 titik pada tahun ajaran 2025–2026,” tutupnya. (rdr/ant)