PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memutuskan membatalkan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) I yang rencananya digelar pada 10–12 Juli 2025 di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai. Pembatalan ini dilakukan sebagai bentuk penerapan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025.
“Pertimbangan utamanya adalah efisiensi anggaran. Kami tidak ingin muncul pandangan bahwa di tengah kebijakan penghematan, Pemkab justru mengalokasikan anggaran besar untuk sebuah kegiatan,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Senin (7/7).
Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut semula akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp200 juta, yang dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran.
Menurut John Kenedy, kegiatan festival serupa sebelumnya bisa terlaksana tanpa dukungan APBD, dengan melibatkan partisipasi sponsor, perantau, masyarakat, dan pemerintah nagari setempat. Ia juga menyoroti adanya kurangnya koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan pimpinan daerah dalam perencanaan PKD I ini.
“Ini yang sedang kami benahi. Dinas juga akan kami evaluasi,” tegasnya.
Meski dibatalkan, Pemkab tetap berkomitmen memberi ruang bagi para seniman dan budayawan. Pemerintah akan mendukung penyelenggaraan kegiatan kesenian lain yang digagas langsung oleh pemerintah nagari dan masyarakat, tanpa harus bergantung pada APBD.
“Kami tidak ingin semangat berkesenian padam. Kami mendukung, asalkan pelaksanaannya melibatkan nagari secara langsung,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya perlakuan yang adil kepada seluruh nagari. “Kita punya 103 nagari. Semua harus mendapat perlakuan yang sama. Jika Ketaping dibiayai APBD, nagari lain bisa saja merasa iri,” tambahnya.
Sementara itu, keputusan pembatalan ini menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mendukung karena anggaran bisa dialihkan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak, namun sebagian lain—terutama dari warga Ketaping—menyatakan kekecewaan.
Tokoh adat Nagari Ketaping, Bahrul Rajo Sampono, menyatakan bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan acara tersebut dengan nama baru, yaitu Pekan Kebudayaan Nagari Ketaping, secara swadaya.
“Perlu kami sampaikan kepada sanak saudara di perantauan, bahwa kegiatan ini akan tetap kami laksanakan. Mohon dukungannya,” katanya dalam sebuah video pernyataan yang diunggah ke media sosial.
Ia menambahkan bahwa warga akan menyambut kedatangan tamu dari berbagai daerah, termasuk dari Malaysia, yang telah merencanakan hadir untuk memeriahkan acara budaya tersebut.
Diketahui, sebelumnya festival serupa juga digelar di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, dan terlaksana secara mandiri tanpa dukungan APBD. (rdr/ant)





