PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pariaman menyiapkan rekayasa lalu lintas di pusat kota tersebut guna menyukseskan pelaksanaan puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025 yang berlangsung pada Minggu (6/7/2025).
“Rekayasa lalu lintas sama dengan tahun kemarin, perubahan hanya pada jalur Tabuik menuju ke pantai,” kata Kepala Dishub Kota Pariaman Afwandi di Pariaman, Sabtu.
Ia mengatakan rekayasa yang dilakukan dengan menutup sejumlah ruas jalan baik saat prosesi ‘Tabuik Naiak Pangkek’ atau Tabuik Naik Pangkat maupun pelaksanaan Hoyak Tabuik dan Tabuik dibawa ke pantai untuk menjalankan prosesi pelarungan yaitu Tabuik Dibuang ke Laut.
Ia menjalaskan rekayasa lalu lintas tersebut diperlukan tidak saja untuk menyukseskan puncak pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman namun juga mengantisipasi kemacetan yang terjadi karena banyaknya kendaraan wisatawan yang masuk ke kawasan pelaksanaan kegiatan budaya itu.
Oleh karena itu, lanjutnya kendaraan dari arah Kabupaten Pasaman Barat menuju Kota Padang via pusat Kota Pariaman maupun sebaliknya akan diarahkan ke jalan lainnya.
“Jadi pengendara agak berputar sedikit,” katanya.
Dishub Pariaman, lanjutnya akan menutup sejumlah persimpangan di Pariaman guna mempermudah pengendara yang melintasi daerah itu.
Adapun persimpangan yang ditutup yaitu di antaranya Simpang Hamadin sehingga pengendara dari arah Pasaman Barat menuju Padang dapat berbelok ke kiri.
Selanjutnya persimpangan Kampung Kaliang sehingga pengendara dari arah Padang menuju Pasaman Barat dapat berbelok ke kanan.
Meskipun pengendara bisa mengambil jalan lurus namun nantinya persimpangan di Plaza Pariaman dan Pasar Rakyat Pariaman juga ditutup.
Sedangkan persimpangan lainnya yang ditutup yaitu di jembatan dekat Talao Pauah, Tugu Asean, Stasiun Kereta Api Pariaman, dan Simpang Tabuik baik arah Bank Nagari maupun RSUD M. Yamin.
Ia menyampaikan perbedaan rute Tabuik dibawa ke laut pada tahun ini yaitu untuk Tabuik Subarang masih sama dengan tahun lalu yakni dari Simpang Tabuik menuju Simpang Hamadin, dilanjutkan ke Hotel Nan Tongga, lalu terus ke Pantai Gandoriah.
Sedangkan Tabuik Pasa rute yang dilaluinya berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya sama dengan Tabuik Subarang namun untuk tahun ini dimulai dari Pasar Rakyat Pariaman menuju Stasiun Kereta Api Pariaman, kemudian Hotel Nan Tongga, terus ke Pantai Gandoriah.
“Tabuik akan dibawa sekitar pukul 12 siang, sehingga jalan menuju jalur tersebut (Stasiun Kereta Api Pariaman menuju Simpang Hamadin) mulai ditutup sekitar 12 siang, sedangkan paginya masih bisa dilewati,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menjadwalkan pelaksanaan ajang budaya dan wisata unggulan daerah itu yaitu Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025 yang dilaksanakan pada 27 Juni sampai 6 Juli 2025.
“Budaya Tabuik Piaman ini menjadi ciri khas Kota Pariaman yang menggambarkan masyarakatnya yang suka bergotong royong dalam mencapai suatu tujuan,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman.
Ia mengatakan guna menyukseskan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun itu pihaknya melibatkan banyak pihak sehingga kegiatan itu tidak saja terselenggara dengan baik namun juga kembali mendatangkan banyak kunjungan wisatawan. (rdr/ant)






