BERITA

Atasi Krisis Dokter, Pemerintah Bentuk Komite Bersama Pendidikan dan Kesehatan

0
×

Atasi Krisis Dokter, Pemerintah Bentuk Komite Bersama Pendidikan dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto menyalami dokter-dokter diaspora Indonesia dan dokter asing dari Bali International Hospital saat acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Kota Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi meluncurkan Komite Bersama untuk Pendidikan, Penelitian, dan Layanan Kesehatan, Senin (30/6), sebagai upaya strategis mengatasi krisis tenaga medis dan mendorong transformasi sistem kesehatan nasional.

“Kami berharap kualitas, jumlah, dan distribusi dokter serta dokter spesialis di Indonesia dapat meningkat, agar seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial dan lokasi bisa mengakses layanan kesehatan yang layak,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (1/7).

Menteri Brian menegaskan, komite ini menjadi forum strategis lintas kementerian yang bertujuan mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi kebijakan, serta mempercepat transformasi sektor pendidikan dan kesehatan secara terintegrasi dan sistemik.

Menurutnya, pembentukan komite ini adalah wujud konkret kolaborasi pemerintah untuk menjawab tantangan distribusi dan kualitas tenaga kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air.

“Peningkatan kualitas, jumlah, dan distribusi tenaga medis, terutama dokter umum dan spesialis, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus ditangani secara kolektif,” ujarnya.

Brian juga menekankan peran penting perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi dalam mendukung sistem kesehatan nasional. Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan tak bisa hanya diselesaikan oleh tenaga medis, melainkan membutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu.

“Permasalahan kedokteran tidak bisa diselesaikan dokter sendiri. Kita butuh kolaborasi dengan peneliti biomedik, farmasi, teknik elektro, dan bidang lainnya untuk menghasilkan alat kesehatan dan obat-obatan karya anak bangsa,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap Komite Bersama menjadi wadah kolaboratif dan terbuka bagi berbagai pihak—termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga sektor swasta—untuk berkontribusi dalam perbaikan layanan kesehatan nasional.

“Ini adalah langkah besar yang akan mendorong lompatan baru dalam dunia kesehatan Indonesia dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Menkes Budi. (rdr/ant)