PARIAMAN

Pemko Pariaman Targetkan 400 Ribu Wisatawan Hadiri Pesona Hoyak Tabuik 2025

0
×

Pemko Pariaman Targetkan 400 Ribu Wisatawan Hadiri Pesona Hoyak Tabuik 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ribuan wisatawan terlihat menyaksikan dan mengabadikan dengan telepon genggam proses pembuangan tabuik ke laut pada pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022 di Pariaman. (Antara/Aadiat MS)

PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman optimis jumlah kunjungan wisatawan pada Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025 akan mencapai 400 ribu pengunjung, menyusul pelaksanaannya yang bertepatan dengan libur sekolah nasional.

Ajang budaya dan wisata tahunan ini digelar pada 27 Juni hingga 6 Juli 2025, dan menjadi salah satu daya tarik unggulan daerah dalam kalender pariwisata Sumatera Barat.

“Kami menargetkan 400 ribu pengunjung. Tahun lalu kita targetkan angka yang sama, namun hanya terealisasi sekitar 300 ribu karena tidak bertepatan dengan liburan sekolah,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, di Pariaman, Minggu (29/6).

Ferialdi menjelaskan bahwa Pemkot telah meningkatkan kerja sama promosi dengan sejumlah pihak untuk mendorong capaian target tersebut. Mitra promosi antara lain berasal dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Sekretariat DPRD Sumbar, Angkasa Pura II, hingga komunitas perantau Minang di luar daerah.

“Kerja sama ini penting untuk memperluas jangkauan promosi, termasuk menyasar wisatawan luar daerah yang datang melalui Bandara Internasional Minangkabau,” jelasnya.

Dengan lonjakan kunjungan yang diharapkan, Pemkot juga menargetkan agar event ini kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Masuk KEN bukan hanya soal kebanggaan, tapi juga potensi dukungan anggaran dan promosi nasional. Jumlah kunjungan yang tinggi bisa jadi modal untuk itu,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, mengatakan bahwa Hoyak Tabuik merupakan simbol budaya gotong royong masyarakat Pariaman yang terus dilestarikan.

“Tabuik adalah identitas budaya. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi bagian dari warisan tradisi dan kekuatan sosial masyarakat kami,” ujar Mulyadi.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan dinilai sukses menarik perhatian wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara. Puncak acara biasanya ditandai dengan proses “hoyak tabuik” di pantai, yang menjadi daya tarik utama ribuan pengunjung setiap tahunnya. (rdr/ant)