TANAH DATAR

Musim Kemarau, 5,25 Hektare Sawah di Tanah Datar Gagal Panen dan Rugi 27 Ton Gabah

0
×

Musim Kemarau, 5,25 Hektare Sawah di Tanah Datar Gagal Panen dan Rugi 27 Ton Gabah

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pengerjaan cetak sawah. (dok. Humas Kementan)
ilustrasi pengerjaan cetak sawah. (dok. Humas Kementan)

BATUSANGKAR, RADARSUMBAR.COM – Musim kemarau yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mulai berdampak serius pada sektor pertanian setempat. Data dari Dinas Pertanian Tanah Datar menunjukkan bahwa 10,25 hektare lahan pertanian di Kecamatan Sungai Tarab mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanah Datar, Rony Wijaya, mengatakan dari luas lahan tersebut, 5,25 hektare sawah padi telah mengalami puso atau gagal panen.

“Akibat puso, sekitar 27,3 ton gabah kering hilang, yang tentunya berpengaruh pada pendapatan petani di wilayah itu,” ujar Rony di Batusangkar, Kamis.

Rony juga mengingatkan bahwa kondisi serupa bisa terjadi di wilayah lain di Tanah Datar jika musim kemarau berkepanjangan tanpa turun hujan.

“Meskipun baru Kecamatan Sungai Tarab yang kami terima datanya, kami tetap waspada terhadap kemungkinan lahan lain yang terdampak,” tambahnya.

Meski terjadi kerugian akibat gagal panen, pihak Dinas Pertanian optimis kekurangan produksi gabah kering ini bisa ditutupi dengan menggenjot hasil panen di daerah yang masih memiliki pasokan air memadai.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem, Rony mengimbau para petani untuk mengubah pola tanam mereka. Salah satu strategi yang dianjurkan adalah memperbanyak penggunaan pupuk organik daripada pupuk kimia untuk menjaga kesuburan tanah dan daya tahan tanaman.

“Percobaan kami menunjukkan bahwa sawah yang diberi pupuk kimia cenderung retak saat musim kemarau, sementara sawah yang menggunakan pupuk organik tanahnya tetap lembab dan tidak retak,” jelas Rony. (rdr/ant)