BERITA

Iran Gempur Pangkalan AS di Qatar, Qatar Kecam Pelanggaran Kedaulatan

0
×

Iran Gempur Pangkalan AS di Qatar, Qatar Kecam Pelanggaran Kedaulatan

Sebarkan artikel ini
Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am/aa.

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Militer Amerika Serikat Al Udeid di Qatar pada Senin (23/6) malam waktu setempat. Serangan ini merupakan balasan atas aksi militer AS yang menghantam tiga fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu.

Dilaporkan televisi nasional Press TV, operasi ini dinamakan “Bashayer Al-Fath” (Kabar Gembira Kemenangan). Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Pesan kami kepada Gedung Putih dan sekutunya jelas: Iran tidak akan tinggal diam terhadap agresi terhadap kedaulatannya,” ujar pernyataan resmi IRGC.

Menurut Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, jumlah rudal yang ditembakkan sama dengan jumlah bom yang digunakan AS dalam serangan sebelumnya.

Selain ke Qatar, kantor berita IRNA juga melaporkan bahwa rudal Iran menghantam pangkalan AS di Irak, meski belum ada rincian lebih lanjut.

Pemerintah Qatar mengonfirmasi telah mencegat sebagian rudal menggunakan sistem pertahanan udara mereka. Tidak ada laporan korban jiwa.

Namun, Qatar mengecam keras serangan tersebut. “Ini pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kami, hukum internasional, dan Piagam PBB,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar. Doha juga menegaskan hak membalas secara proporsional.

Sementara itu, sirene darurat berbunyi di Bahrain yang bertetangga. Otoritas setempat meminta warganya berlindung.

Peringatan soal kemungkinan perluasan konflik telah disampaikan sejak Ahad (22/6) oleh penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. Ia menegaskan bahwa negara mana pun yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran akan menjadi target sah.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan serangan ke fasilitas nuklir Iran dilakukan terhadap tiga lokasi: Fordo, Natanz, dan Isfahan. Eskalasi ini menyusul ketegangan yang meningkat sejak 13 Juni, setelah Israel – dengan dukungan AS – menggempur sejumlah target di Iran.

Data terbaru menyebutkan, sedikitnya 25 orang tewas di Israel akibat serangan balasan Iran, sementara Iran melaporkan 430 warganya tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka akibat serangan udara Israel. (rdr/ant/anadolu)