BERITA

Dua Kader Golkar DPRD Gunungsitoli Serap Aspirasi Warga saat Reses

0
×

Dua Kader Golkar DPRD Gunungsitoli Serap Aspirasi Warga saat Reses

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Gunungsitoli, Fatinasa Zalukhu serap aspirasi konstituen daerah pemilihannya. (Radarsumbar/Daniel)

GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Dua anggota DPRD Kota Gunungsitoli dari Fraksi Partai Golkar, Enrico Ifolala Lase dan Fatinasa Zalukhu, menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2025 di daerah pemilihan masing-masing. Kedua legislator ini menegaskan komitmen untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, meskipun Pemerintah Kota Gunungsitoli saat ini tengah mengalami defisit anggaran.

Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Enrico Ifolala Lase, melaksanakan reses pada Rabu (18/6/2025) di Gedung Gereja Sungai Yordan Jemaat Kristus Gembala, Desa Tetehosi Ombolata, Kecamatan Gunungsitoli Selatan. Dalam sambutannya, Enrico menekankan bahwa reses menjadi wadah strategis untuk menjalin komunikasi langsung antara wakil rakyat dan konstituennya.

“Forum ini sangat penting agar kami bisa mendengar langsung keluhan, kebutuhan, dan saran dari masyarakat. Meskipun kondisi fiskal kota sedang sulit, kami tetap berjuang agar aspirasi warga tidak diabaikan dalam perencanaan anggaran ke depan,” ujar Enrico.

Ia menjelaskan bahwa semua usulan masyarakat akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan dan penyusunan program pemerintah. Enrico berjanji akan mengawal seluruh aspirasi yang masuk hingga dibahas di lembaga legislatif bersama eksekutif.

Menurutnya, pokir DPRD merupakan instrumen penting untuk memastikan suara masyarakat masuk dalam perencanaan pembangunan. Ia juga mendorong masyarakat agar terus berpartisipasi aktif, karena pengawasan publik turut memperkuat proses demokrasi di daerah.

Sementara itu, Fatinasa Zalukhu, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan I, melaksanakan kegiatan reses sehari setelahnya, Kamis (19/6/2025), di Balai Pertemuan Desa Hilina’a, Kecamatan Gunungsitoli. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa kegiatan reses bukan hanya rutinitas formal, tetapi momen penting untuk menyerap aspirasi secara substansial.

“Kami ingin menyentuh langsung kebutuhan riil masyarakat. Reses ini menjadi jembatan untuk memastikan program pembangunan menyasar kebutuhan paling mendesak,” kata Fatinasa.

Ia menyebut, seluruh masukan warga akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran di tahun 2025. Fatinasa memastikan seluruh aspirasi yang terkumpul akan dibawa ke DPRD dan diperjuangkan dalam rapat-rapat bersama pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, partisipasi masyarakat cukup tinggi. Sejumlah warga secara aktif menyampaikan persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta permintaan peningkatan fasilitas desa. Fatinasa menyambut baik antusiasme warga dan berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan yang diterima.

“Saya tidak hanya mencatat, tapi akan mengupayakan agar setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar direalisasikan dalam program kerja pemerintah,” tutup Fatinasa. (rdr/daniel)