BERITA

Presiden Iran: Persatuan Dunia Islam Bisa Gagalkan Rencana Jahat Israel

0
×

Presiden Iran: Persatuan Dunia Islam Bisa Gagalkan Rencana Jahat Israel

Sebarkan artikel ini
Sejumlah rudal serangan balasan Iran terlihat melintas di atas kota Hebron di Tepi Barat, Israel (13/6/2025). ANTARA/Xinhua/Mamoun Wazwaz/aa.

TEHERAN, RADARSUMBAR.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa persatuan dan koordinasi antarnegara Muslim dapat menggagalkan rencana jahat Israel, yang disebutnya sejak awal berdiri identik dengan kejahatan dan pertumpahan darah.

Hal tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (14/6) malam, seperti dilaporkan kantor berita IRNA.

Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan dan solidaritas Erdogan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

“Israel tidak pernah menghormati hak asasi manusia atau hukum internasional. Mereka membunuh warga sipil, ilmuwan, pejabat, dan militer kapan pun ada kesempatan,” ujar Pezeshkian.

Ia juga menyebut bahwa serangan terbaru Israel terhadap Iran terjadi bersamaan dengan negosiasi nuklir antara Teheran dan Washington, yang dinilainya sebagai upaya Israel untuk menggagalkan proses diplomatik tersebut.

“Republik Islam Iran selalu mengedepankan perdamaian dan dialog, serta berkomitmen memperkuat hubungan dengan negara tetangga dan sesama negara Muslim,” tambahnya.

Pezeshkian menuding Israel berupaya mengacaukan kawasan, termasuk melalui pembunuhan tokoh Hamas Ismail Haniyeh saat menjadi tamu resmi Iran. Ia menyerukan agar negara-negara Islam memperkuat kerja sama pertahanan demi menjaga stabilitas regional.

“Negara-negara Islam harus meningkatkan kemampuan pertahanan dan bekerja sama demi perdamaian dan pembangunan kawasan,” tegasnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan tersebut turut mengecam keras serangan Israel terhadap Iran, dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran atas jatuhnya korban jiwa.

Erdogan menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja menciptakan ketegangan regional untuk mengalihkan perhatian dari agresi Israel di Gaza.

“Netanyahu ingin mengacaukan kawasan demi menutupi kejahatan Israel di Gaza,” ujarnya.

Erdogan juga menegaskan dukungan penuh Turki terhadap penyelesaian isu nuklir Iran melalui jalur diplomatik. (rdr/ant/irna-oana)