PASAMAN

Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi Bonjol Pasaman Masuki Tahap Pengeboran

0
×

Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi Bonjol Pasaman Masuki Tahap Pengeboran

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran Pemkab Pasaman serta pihak perusahaan PT MGSu saat melakukan peninjauan lokasi Geothermal di Kecamatan Bonjol, Rabu (11/6/2025).ANTARA/HO-Humas

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Progres pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kini memasuki tahap persiapan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pengeboran oleh PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu).

Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung ke lokasi untuk memastikan seluruh tahapan investasi terbesar di daerah itu berjalan sesuai rencana. Ia meminta agar permasalahan yang muncul dievaluasi dan diselesaikan secara terperinci, tanpa menggeneralisasi.

“Perusahaan harus tetap beroperasi, masyarakat tidak boleh dirugikan, dan semua harus sesuai kaidah hukum,” ujar Welly.

Ia menekankan pentingnya investasi untuk mendukung pembangunan daerah, mengingat alokasi dana pusat yang kian berkurang. “Kita butuh investasi, namun stabilitas daerah harus tetap kondusif. Investor untung, masyarakat pun untung,” tambahnya.

Welly juga menyampaikan apresiasi pada PT Medco Geothermal yang telah berinvestasi di Pasaman dan meminta agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, terutama dari Bonjol.

Site Manager PT MGSu, Sigit Widiatmoko, menjelaskan perusahaan rencananya mulai beroperasi di Bonjol sejak 2019, namun pandemi Covid-19 menunda aktivitas hingga November 2023. Tahapan awal meliputi pengambilan data lapangan, sosialisasi pembebasan lahan, dan pembangunan akses jalan ke lokasi pengeboran.

Pada Juni 2025 ini, progres sudah memasuki tahap “Parklane” sebagai titik awal pengeboran pertama untuk mengukur tekanan uap dan potensi panas bumi. Diperkirakan energi panas bumi Bonjol memiliki suhu maksimum 150 derajat Celsius dengan kapasitas listrik hingga 35 Kv.

Pengeboran dilakukan di dua lokasi, Bonjol 1 (Kampung Tampang) dan Bonjol 3 (Sungai Limau), dengan kedalaman awal mencapai 1 km. Pembangunan tapak sumur dan kolam pengolahan limbah lumpur sudah dilaksanakan sejak Maret 2025.

Kepala DPMPTSP Pasaman, Yusnimar, menyebut nilai investasi PT MGSu mencapai Rp4 triliun, dengan biaya progres PSPE saat ini sekitar Rp150 miliar. (rdr/ant)