JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Arab Saudi membatalkan wacana pemangkasan hingga 50 persen kuota haji Indonesia, setelah menyatakan kepercayaan penuh terhadap pengelolaan haji oleh Pemerintah Indonesia melalui pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa wacana pengurangan sempat berkembang di internal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai respons atas evaluasi pelaksanaan haji tahun ini.
“Mereka ingin memberi semacam peringatan karena menilai pelaksanaan haji tahun ini dari Indonesia belum optimal,” ujar Dahnil dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam.
Namun, hasil pertemuan antara Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf dengan otoritas Arab Saudi memastikan bahwa rencana itu tidak akan dilanjutkan.
“Arab Saudi tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Indonesia, terutama kepada Presiden Prabowo,” jelas Dahnil.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, didasarkan pada komitmen Presiden Prabowo yang membentuk lembaga baru untuk menangani haji secara lebih profesional dan terfokus.
“Pembentukan BP Haji adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola haji,” tegasnya.
Dahnil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu pemangkasan kuota. Pemerintah akan terus mengawal agar kuota haji Indonesia tetap utuh, bahkan diupayakan untuk bertambah.
“Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Kita justru berharap ke depan ada penambahan,” katanya.
Isu pemangkasan kuota sempat menjadi kekhawatiran publik, mengingat masa tunggu haji di Indonesia yang sudah sangat panjang, bahkan mencapai 25 tahun di sejumlah wilayah. (rdr/ant)






