MAKKAH, RADARSUMBAR.COM – Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam layanan Safari Wukuf Lansia, yang menurut keterangan jamaah, dilakukan oleh oknum dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang bukan merupakan petugas resmi pemerintah.
“Kami akan melakukan proses tabayun atau klarifikasi kepada pihak-pihak terkait untuk memvalidasi pernyataan dari jamaah tersebut,” ujar Tenaga Ahli BP Haji, Rachmat Tri Fahmi, di Makkah, Selasa (10/6).
Safari Wukuf Lansia merupakan program gratis yang disediakan pemerintah bagi jamaah yang uzur secara fisik, berisiko tinggi secara medis, atau dalam kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Dalam program ini, jamaah dijemput dari hotel, diantar ke Arafah untuk wukuf, lalu dikembalikan ke hotel — semuanya difasilitasi oleh armada bus khusus, didampingi petugas dan tenaga medis.
Fahmi menegaskan bahwa pungutan dalam bentuk apa pun dalam program ini adalah pelanggaran serius.
“Kami berkomitmen menyelenggarakan pelayanan haji yang akuntabel dan transparan. Jika terbukti ada oknum yang mencoreng amanah ini, kami akan bertindak tegas,” katanya.
Evaluasi Layanan dan Peringatan untuk KBIH
Rachmat menambahkan, BP Haji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 2025, terutama menjelang transisi penuh pengelolaan haji oleh BP Haji pada 2026 mendatang.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, juga menegaskan bahwa program Safari Wukuf tidak memungut biaya apa pun dari jamaah.
“Ini program pemerintah yang sudah berjalan beberapa tahun, dan tidak ada biaya yang dibebankan kepada jamaah. Semua fasilitas disiapkan secara gratis,” ujarnya.
Hilman menjelaskan, kemungkinan jamaah merasa dimintai bayaran bisa jadi terjadi di luar konteks Safari Wukuf, seperti dalam aktivitas lain seperti tawaf umrah atau ziarah, di mana jasa kursi roda sering digunakan secara pribadi melalui pembimbing dari KBIH atau organisasi tertentu.
“Untuk Safari Wukuf, jamaah dijemput, difasilitasi, dan diantar kembali ke hotel tanpa dipungut biaya sedikit pun,” tegas Hilman. (rdr/ant)






