BERITA

Sholat Idul Adha 2025 Jatuh pada Hari Jumat, Apakah masih Wajib Jumatan? Ini Penjelasan Ulama

0
×

Sholat Idul Adha 2025 Jatuh pada Hari Jumat, Apakah masih Wajib Jumatan? Ini Penjelasan Ulama

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelaksanaan Shalat Jumat. (Foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sholat Idul Adha 1446 H atau 2025 M akan dilaksanakan pada Jumat, 6 Juni. Pelaksanaan hari raya umat Islam ini bertepatan dengan hari Jumat—hari raya pekanan bagi umat Muslim yang di dalamnya terdapat kewajiban melaksanakan sholat Jumat bagi laki-laki.

Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah pria Muslim tetap wajib melaksanakan sholat Jumat jika sudah melaksanakan sholat Id?

Menukil dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat karya Ahmad Sarwat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kewajiban sholat Jumat jika bertepatan dengan Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Mayoritas Ulama Tetap Mewajibkan Sholat Jumat

Jumhur ulama atau mayoritas ulama sepakat bahwa sholat Jumat tetap wajib, meskipun telah melaksanakan sholat Id sebelumnya. Ini merupakan pandangan yang dianut oleh mazhab Hanafi dan Maliki.

Pendapat ini juga disampaikan oleh Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya yang tayang di kanal YouTube Al Bahjah TV.

“Jadi dalam mazhab Hanafi dan Maliki, tetap wajib (sholat Jumat), gak ada perbedaan apakah Jumatan tepat di hari Id atau tidak. Kalau wajib Jumatan, ya Jumatan, biarpun sudah sholat Id,” ujar Buya Yahya, dikutip Senin (2/6/2025).

Mazhab Hambali: Boleh Tidak Jumatan, Tapi Wajib Dzuhur

Berbeda dari dua mazhab sebelumnya, mazhab Hambali membolehkan seseorang meninggalkan sholat Jumat jika telah melaksanakan sholat Id, dengan syarat menggantinya dengan sholat Dzuhur.

“Dari mazhab Hambali, yang wajib Jumatan kemudian sudah melakukan sholat Id, maka dia boleh meninggalkan Jumatan, tapi tetap sholat Dzuhur. Ini ilmu harus disampaikan,” jelas Buya Yahya.

Mazhab Syafi’i: Tetap Wajib Jumatan, Kecuali…

Mazhab Syafi’i, yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia, juga mewajibkan pelaksanaan sholat Jumat meskipun seseorang telah melaksanakan sholat Id. Namun, ada pengecualian dalam kondisi tertentu.

“Dalam mazhab Imam Syafi’i, bagi orang yang sudah sholat Hari Raya Idul Fitri (atau Idul Adha), maka dia tetap wajib melaksanakan sholat Jumat, kecuali bagi beberapa orang,” terang Buya Yahya.

Ia menjelaskan, pengecualian berlaku bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil yang tidak memiliki masjid atau mushala yang menyelenggarakan sholat Jumat.

“Di kampung tetangga ada Jumatan, Anda boleh memaksakan pergi ke sana, tapi Anda tidak wajib kalau tidak dengar azan. Ini dihitung dengan azan normal tanpa mikrofon. Jadi perkiraannya suara azan biasa,” tambahnya.

Perbedaan pandangan ulama menunjukkan bahwa kewajiban sholat Jumat pada hari raya Id sangat tergantung pada mazhab yang diikuti dan kondisi masing-masing individu. Namun, seluruh mazhab sepakat bahwa jika tidak melaksanakan sholat Jumat, maka wajib menggantinya dengan sholat Dzuhur. Wallahu a’lam. (rdr/dtk)