PASAMAN

Wabup Pasaman Soroti Fasilitas Pembibitan Sapi Terlantar di Tigo Nagari

0
×

Wabup Pasaman Soroti Fasilitas Pembibitan Sapi Terlantar di Tigo Nagari

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, saat kunjungan kerjanya di Kecamatan Tigo Nagari di Fasilitas Pembibitan Ternak Sapi modern di Kampung Rimbo Panjuik, Nagari Ladang Panjang, Rabu (4/6/2025).ANTARA/HO-Humas

LUBUKSIKAPING, RADARSUMBAR.COM – Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menyoroti kondisi memprihatinkan Fasilitas Pembibitan Ternak Sapi modern di Kampung Rimbo Panjuik, Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, saat melakukan kunjungan kerja pada Rabu (4/6).

Bangunan dan sarana peternakan yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare itu tampak terbengkalai. Padahal, fasilitas tersebut tergolong lengkap dan modern, namun kini dipenuhi semak dan kotoran, tanpa aktivitas berarti.

“Sangat disayangkan, kenapa tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Coba nanti dilihat regulasinya, apakah bisa dikelola oleh BUMNag atau Kopdes Merah Putih sebagai unit usaha,” kata Parulian kepada Wali Nagari Ladang Panjang, Julisman Arif.

Ia menilai bahwa bangunan, pagar, kandang, dan akses jalan di dalam kompleks tersebut masih layak pakai, sehingga jika dimanfaatkan kembali, bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi nagari.

“Sayang ya, kok dibiarkan terlantar seperti ini. Kalau dikelola dengan baik, tentu bisa meningkatkan pendapatan nagari dan masyarakat,” tambahnya.

Bekas Pusat Pembibitan

Menurut Jorong Pasar Ladang Panjang, Aripin, fasilitas tersebut sempat berfungsi aktif sejak dibangun sekitar tahun 2017. Lokasi ini dikelola langsung oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pasaman sebagai pusat pembibitan ternak sapi untuk Kecamatan Tigo Nagari.

Namun sejak 2023, aktivitas di lokasi berhenti total setelah seluruh sapi yang ada dilelang.

“Katanya karena tidak ada lagi biaya pemeliharaan, jadi sapi-sapinya dijual,” ungkap salah satu warga sekitar.

Wabup Pasaman berharap pemerintah nagari bisa berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengkaji ulang pemanfaatan fasilitas ini, agar tidak terus menjadi aset terbengkalai. (rdr/ant)