SAWAHLUNTO

Sawahlunto Manang Road Race 2025: Sport Tourism yang Bikin UMKM Ngebut

0
×

Sawahlunto Manang Road Race 2025: Sport Tourism yang Bikin UMKM Ngebut

Sebarkan artikel ini
Pengibaran bendera start Sawahlunto Maju Manang Race 2025 yang diikuti hampir 600 pebalap, Minggu. (Antarasumbar/HO-Prokopim Sawahlunto)

SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Riyanda Putra memastikan gelaran Sawahlunto Maju Manang Road Race 2025 bukan sekadar ajang balap motor, melainkan bagian dari strategi besar sport tourism yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.

“Prinsip kami sederhana: acara yang hidup harus menghidupi. Bukan hanya meriah di lintasan, tapi juga memberi nafkah bagi UMKM, bengkel lokal, anak-anak muda kreatif, dan semua warga yang terlibat,” kata Wali Kota Riyanda di Sawahlunto, Senin (2/6).

Menurut data panitia, hampir 600 pembalap mendaftar dalam event ini, masing-masing didampingi oleh lima hingga sepuluh kru teknis. Jumlah penonton diperkirakan mencapai ribuan, tidak hanya dari Sawahlunto, tapi juga dari berbagai daerah tetangga.

Lonjakan kunjungan itu disebut menciptakan multiplier effect yang signifikan. UMKM kuliner, penginapan, bengkel, hingga jasa kreatif seperti fotografi dan penjualan merchandise kebanjiran pelanggan.

“Lapak makanan dan minuman penuh. Rumah warga yang dijadikan penginapan ramai dipesan. Toko onderdil dan bengkel motor pun ikut panen,” ungkapnya.

Riyanda menyebut ajang ini bukan hanya mendongkrak ekonomi, tapi juga menjadi ruang pembinaan bagi anak muda yang punya minat di dunia otomotif. Road Race digunakan sebagai sarana edukasi dan pengalihan aktivitas balap liar ke jalur yang lebih positif dan aman.

“Kita arahkan adrenalin anak muda ke arena resmi. Di sini mereka belajar soal keselamatan, teknik balap, dan sportivitas,” tegasnya.

Sebagai kota tambang yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia, Sawahlunto kini bertransformasi menjadi kota wisata dan ekonomi kreatif. Ajang Road Race ini, menurut Riyanda, merupakan bagian dari upaya menciptakan identitas baru kota: dinamis, terbuka, dan ramah anak muda.

“Sawahlunto bukan sekadar cerita masa lalu. Lewat event seperti ini, kita buka jalan masa depan yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi ekonomi rakyat,” pungkasnya. (rdr/ant)