BERITA

Wamenag: Jamaah Haji Harus Semangat dan Jaga Kesehatan jelang Puncak Haji

0
×

Wamenag: Jamaah Haji Harus Semangat dan Jaga Kesehatan jelang Puncak Haji

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i (tengah) seusai berbincang dengan jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Minggu (1/6/2025). (ANTARA/HO-MCH 2025)

MAKKAH, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i bersama rombongan Amirul Hajj menyapa jamaah calon haji Indonesia di hotel mereka di Makkah, Arab Saudi, Ahad (1/6). Dalam kunjungan itu, Syafi’i mengajak jamaah untuk tetap menjaga kesehatan dan semangat menjelang puncak ibadah haji.

Didampingi anggota Amirul Hajj lainnya seperti Muhadjir Effendy dan Amirsyah Tambunan, Syafi’i menyampaikan bahwa rombongan Amirul Hajj ditugaskan untuk mendampingi jamaah dan memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, sampai saat ini saya belum mendapat keluhan tentang penerbangan. Bahkan, lebih tepat waktu dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Dalam suasana santai, Wamenag sempat berkelakar bahwa fasilitas hotel tempat jamaah menginap kini jauh lebih baik dibanding masa ketika dirinya pertama kali berhaji.

“Rumah saya tak punya karpet tebal seperti yang ada di hotel jamaah,” candanya.

Ia mengenang pengalaman berhaji pertamanya pada usia 37 tahun. Saat itu, kondisi penginapan masih sederhana, tanpa AC, tanpa lift, dan satu kamar dihuni hingga 14 orang.

“Sekarang, satu kamar hanya untuk 3 sampai 5 orang, ada AC, toilet dalam, dan lift. Dulu koper pun harus diurus sendiri, sampai mimisan karena kelelahan,” ujarnya.

Pengalaman itu, kata Syafi’i, membentuk semangatnya hingga bisa lima kali menunaikan ibadah haji.

Wamenag menegaskan pentingnya menjaga niat dan semangat dalam beribadah, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Bertekadlah dengan sungguh-sungguh, bahwa pulang dari sini kita semakin bertaqwa kepada Allah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa ciri haji mabrur bukan hanya terlihat dari penampilan atau status sosial, melainkan dari sikap dan perubahan perilaku usai berhaji.

“Orang yang berhaji mabrur akan lebih taqwa, walau memiliki kekayaan, ia tidak sombong, tapi justru menjadikan hartanya bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya. (rdr/ant)